wa amanu wa hajaru wa jahadu …

May 15, 2006

Bahagianya Orang Ikhlas

Filed under: free talk

Berpikirlah terus, bagaimana caranya agar amal kita diterima Allah. Tidak usah mengharap balas jasa, pujian, atau keuntungan sesaat.

"Ketahuilah, hari ini adalah hari Allah. Tidak boleh ada kesombongan dan sikap melampaui batas. Ikhlaskan niat kalian untuk berjihad dan carilah ridha Allah dengan amal kalian". Inilah yang disampaikan Khalid bin Walid di hadapan komandan pasukannya menjelang Perang Yarmuk.

Tak lama kemudian, datanglah utusan Khalifah membawa sepucuk surat untuk Khalid bin Walid. "Pedang Allah" ini segera membacanya. Di dalamnya tercantum beberapa hal, termasuk berita wafatnya Khalifah Abu Bakar dan dan beralihnya kendali kekhalifahan ke tangan Umar bin Khathab. Yang terpenting, Khalifah Umar mencopot jabatan panglima perang yang disandang Khalid bin Walid, dan mengangkat Abu Ubaidah bin Jarrah sebagai penggantinya.

Bagaimana sikap Khalid? Ia menerima pemberhentian tersebut dengan sikap ksatria. Tidak sedikit pun kekecewaan dan emosi terpancar dari wajahnya. "Aku tidak berperang untuk Umar. Aku berperang untuk Tuhannya Umar," demikian ungkapnya.

Ia segera mendatangi Abu Ubaidah bin Jarrah untuk menyerahkan kendali kepemimpinan. Setelah itu ia berperang habis-habisan di bawah komando mantan anak buahnya tersebut. Padahal, masa itu adalah masa keemasan Khalid bin Walid.

Saudaraku, betapa bahagianya Khalid bin Walid. Lihatlah, betapa mudahnya ia menyerahkan jabatan kepada anak buahnya, lalu berperang habis-habisan sebagai seorang prajurit. Orientasi perjuangannya adalah Allah, bukan jabatan, ketenaran dan kepuasan nafsunya.

Kita harus mulai mengevaluasi diri. Boleh jadi kita sibuk beramal, namun tidak sibuk menata niat. Sehingga amal-amal yang kita lakukan tidak ada nilainya di hadapan Allah. Seorang ibu mengandung selama sembilan bulan, ia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa sakit, bila kehamilannya itu disikapi dengan keluhan. Demikian pula seorang bapak yang siang malam bekerja, ia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lelah, bila tidak karena Allah. Karena itu, jangan hanya sibuk beramal, tapi sibukkan pula dengan meluruskan niat.

Bagaimana agar kita bisa ikhlas? Tekniknya sederhana. Pusatkan pikiran dan amal hanya untuk Allah. Berpikirlah, bagaimana agar amal kita diterima Allah. Titik. Tidak usah mengharap balas jasa, pujian, atau keuntungan sesaat. Lakukan yang terbaik, sampaikan dengan cara terbaik, berikan yang terbaik, dan dengan hati terbaik.

Saudaraku, orang ikhlas itu pasti bahagia dalam hidupnya. Sebab, Allah SWT akan menganugerahkan enam ciri (keutamaan) dalam hidupnya.

[1] Jarang kecewa terhadap dunia. Orang ikhlas tidak mengharapkan apapun dan dari siapapun. kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari mempersembahkan. Sebaliknya, orang yang tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup, karena banyak berharap dari makhluk.

[2] Tidak pusing dengan penghargaan. Baginya orang ikhlas dipuji atau dicaci sama saja, asalkan apa yang ia lakukan benar caranya dan lurus niatnya.

[3] Tidak membeda-bedakan amal besar dan amal kecil. Orang ikhlas tidak sibuk melihat besar kecilnya amal. Ia hanya sibuk dengan apa yang disukai Allah. Tidak ada yang kecil di hadapan Allah. Yang kecil hanyalah amal yang tidak ikhlas.

[4] Nikmat berbuat amal. Kebahagiaannya bukan dari mendapatkan pujian, namun dari optimalnya amal. Karena itu, orang ikhlas akan tangguh dan istikamah dalam ibadah.

[5] Tidak menonjolkan "bendera". Orang ikhlas tidak berjuang untuk satu kelompok tertentu. Ia berjuang hanya untuk Islam. Kelompok/bendera hanyalah sarana/alat untuk mencapai tujuan.

[6] Tidak ditipu setan. Allah SWT mengabadikan ucapan Iblis dalam Alquran. "_pasti aku akan menyesatkan mereka (manusia) semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas" (QS Al Hijr [15]: 39-40). Wallaahu a’lam.

( KH Abdullah Gymnastiar )

 

May 12, 2006

Surat tuk Sahabatku

Filed under: free talk

Apa kabar sahabatku…??
Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa
Saya yakin bukan karena kebencian diantara kita
Sayapun yakin bukan karena apa - apa…
Tapi rutinitas kesibukan yang tlah menjebak kita

Satu hal sebagai bahan renungan kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa

Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Mauuut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
Mandipun…harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka….
Tak ada sehelai benangpun menutupinya..
Tak ada sedikitpun rasa malu…
Seluruh badan digosok dan dibersihkan Tapi percayalah…aku pasti kan mendo’akanmu…n
Karena …aku sungguh menyayangimu…
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo’a…semoga kau jadi ahli syurga. Amien

Sahabat….., jika ini adalah bacaan terakhirmu
Jika ini adalah renungan peringatan dari Kekasihmun
Ambillah hikmahnya…..
Tapi jika ini adalah salahku…maafkan aku….
Terlebih jika aku harus mendahuluimu….
Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku
Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu…..
nkalau tulisan ini ada manfaatnya….
Silakan di print out dan kau simpan sebagai renungan…
Siapa tahu …suatu saat kau ingat padaku
Dan…aku tlah di alam lain….
Satu pintaku padamu…
Tolong do’akan aku….

May 9, 2006

Selingkuh

Filed under: free talk

Kejam diri ini
Telah membiarkan
Surat cinta-Mu berdebu
Tega benar hatiku
Menutup telinga
Saat diri-Mu memanggilku

Diriku justru terlena
Dengan kemolekan dunia
Mencintai sesuatu yang Engkau benci
dan Membenci sesuatu yang kau sukai

Hatiku telah jatuh
Kedalam pelukan bidadari kelam
Memeluk erat jasad hina
hingga hilang kemuliaan

Diriku telah berselingkuh
Dengan kekasih kekasih yang lain
Diriku telah berselingkuh
Dengan cinta cinta semu
Diriku telah berselingkuh
Dengan pengorbanan-pengorbanan hampa
Diriku telah berselingkuh
Menjauhi-Mu yang selalu mengejarku

Walaupun begitu….
Mengapa Engkau masih mencintaiku ?
Mengapa Engkau masih menyayangiku ?
Mengapa Engkau masih memberi kesempatan kepadaku ?

Sehina inikah diriku
Yang telah berhianat
Atas ketulusan cinta-Mu ??
Kekasihku… Maafkan aku

May 8, 2006

Beda Suka, Cinta dan Sayang

Filed under: free talk

"Aku menyayangimu" 

Beda Suka, Cinta dan Sayang

Dihadapan orang yang kau cintai, musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah

Dihadapan orang yang kau sukai, musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit

Dihadapan orang yang kau cintai, jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat

Dihadapan orang yang kau sukai, kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai, matamu berkaca-kaca Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai, engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai, kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam

Dihadapan orang yang kau sukai, kata kata hanya keluar dari pikiran saja

Jika orang yang kau cintai menangis, engkaupun akan ikut menangis disisinya

Jika orang yang kau sukai menangis, engkau hanya menghibur saja Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga

Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga.

Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta… ada perasaan yang lebih mendalam. Yaitu rasa sayang…. rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah. Perasaan yang dapat membuat mu berkorban untuk orang yang kamu sayangi. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.

Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia… walaupun harus kehilangan."

 

take from email someone Wed, 28 Apr 2004

only hope better for u 

 

May 3, 2006

Sinar Cahaya Ayat Kursi

Filed under: Keluarga

Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal seekor syaitan yg duduk diatas pintu rumah. Tugasnya ialah utk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan isteri di rumah dan keraguan dihati isteri terhadap kejujuran suami di luar rumah. Sebab itulah Rasulullah tidak akan masuk rumah sehinggalah Baginda mendengar jawaban salam daripada isterinya. Disaat itu syaitan akan lari bersama-sama dengan salam itu. Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:

1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya , Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.

2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dlm lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.

3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang,tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya dan ahli rumah-rumah disekitarnya.

4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap2 sembahyang fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yg bersyukur,setiap perbuatan orang yg benar,pahala nabi2 serta Allah melimpahkan padanya rahmat.

5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.

6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.

7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.

Dari Abdullah bin ‘Amr r.a., Rasulullah S.A.W. bersabda,Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat…" Wassalam, "Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk Dunia Mu, Utamakan SHOLAT dan ZAKAT untuk Akhirat Mu"

Subhanallah…

April 26, 2006

Untuk Istriku-Untuk Suamiku, Deretan Kata Untuk Sang Pengantin

Filed under: Keluarga

Untuk Istriku

Pernikahan atau perkawinan
Membuka tabir rahasia
Suami yang menikahi kamu
Tidaklah semulia Muhammad SAW
Tidaklah setaqwa Ibrahim AS
Pun tidak setabah Ayyub As
Ataupun segagah Musa AS
Apalagi setampan Yusuf AS

Justru suamimu hanyalah pria akhir zama
Yang punya cita-cita
Membangun keturunan yang sholeh…

Pernikahan atau perkawinan
Mengajar kita kewajiban bersama
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya
Suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya
Saat suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya
Seketika suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya
Seandainya suami masinis yang lancang
Sabarlah memperingatkannya

Pernikahan atau perkawinan
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah SWt
Karena memiliki suami yang tidak segagah mana
Justru kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna didalam menjaga
Pun bukan Hajar, yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman
Yang berusaha menjadi solehah
Amin…

Untuk suamiku

Pernikahan atau perkawinan
Menyingkap tabir rahasia
Istri yang kamu nikahi
Tidaklah semulia Khadijah
Tidaklah setaqwa Aisyah
Pun tidak setabah Fatimah
Apalagi secantik Zulaikha

Justru istrimu hnayalah wanita akhir zaman
Yang punya cita-cita
Menjadi sholehah…

Pernikahan atau perkawinan
Mengajar kita kewajiban bersama
Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya
Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya
Istri adalah murid, kamu mursyidnya
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya
Saat istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya
Seketika istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya
Seandainya istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya

Pernikahan atau perkawinan
Mengisyafkan kita perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah SWT
Karena memiliki istri yang tidak sehebat mana
Justru…
Kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Rasulullah
Pun bukan pula sayyidina Ali
Karamallahuwajhah
Cuma suami akhir zaman
Yang berusaha menjadi soleh
Amin…

Andaikata Rasulullah Menjadi Tamu Kita

Filed under: free talk
Bayangkan apabila Rasulullah dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita. Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita, Apa yang akan kita lakukan? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah sudi menginap beberapa hari di rumah kita. Beliau tentu tersenyum…….. Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam. Beliau tentu tetap tersenyum…….. (more…)

April 25, 2006

Rahasia Huruf Al Quran

Filed under: free talk

Rahasia huruf yang terkandung dalam Alquran, secara tegas Rasulullah tidak pernah menjelaskan rahasia ini. Hanya saja beliau mengisyaratkan bahwa di dalam Alquran itu jika diringkas, inti Alquran itu adanya dalam surat Al Fatihah sehingga disebut ummul qur’an, … kemudian oleh ulama sufi di kembangkan menjadi suatu ilmu dalam mencari hakikat huruf atau firman ….

Mungkin cara yang ditempuh oleh para guru-guru sufi sering kali membuat bingung pengamat, sehingga mereka dianggap orang yang mengada-ada dalam beragama. Sebenarnya tidaklah demikian, … saya sendiri bukanlah penganut faham ajaran para sufi tentang rahasia huruf yang mereka kemukakan. Akan tetapi saya hanyalah orang yang mencoba mengerti methode yang di sampaikan sebagai pendekatan ilmu, … agar sang murid mudah memahami dalam arti hakikat. Bagi saya hal itu sah saja, karena di dalam memberikan pengertian arti tersembunyi sangatlah sulit, sehingga mereka mempunyai cara yang indah untuk memudahkan dalam memberikan arti rahasia ketuhanan dengan sederhana. Hal ini saya ungkapkan agar para pengamat tidaklah mencurigai ajaran para sufi ini.

Mari kita fahami rahasia huruf ini dengan pengertian kita sekarang… (more…)

April 21, 2006

Tentang Kehendak - 1

Filed under: Ruhiyah, Dakwah

Assalamualaykum, 

o        Apakah manusia memiliki kehendak?, atau semua berjalan sesuai kehendakNya?. Jika  manusia bisa berkehendak, bukankah berarti ada dua otoritas besar di  alam ?. Apakah tidak berarti bahwa sebenarnya ada banyak Dzat ?.

o        Satu  lagi, mengapa Alloh begitu dahsyat siksanya ? padahal filosof barat  menyebutkan bahwa dzat (forma) tertinggi  adalah kebaikan ?. Jadi  bagaimana jika masih ada dzat yang baik dan dzat yang kejam siksanya ?



Sebenarnya Allah sudah meletakkan Kehendak-Nya di hadapan setiap orang. Di depan kita masing-masing, sudah ada ruangan yang berisikan berbagai kehendak Tuhan dan berikut pula dengan realitas masing-masing dari kehendak tersebut. Hubungan antara kehendak dan realitasnya itu sangatlah pasti dan tidak akan pernah berubah sepanjang zaman. Inilah yang disebut orang sebagai Hukum Tuhan, Sunatullah, yang oleh orang yang tidak sadar kepada Tuhan akan disebutnya hanya sebagai hukum alam biasa.
 
Padahal semua kejadian apapun juga, tidak lain dan tidak bukan adalah karena adanya Dzat Yang Memiliki KUN (Kehendak) lalu FA YAKUN…!. Ada sebuah Kehendak dari Sang Maha Berkendak yang mengalir menyapa setiap objek tempat Dia meletakkan berkehendak-Nya, maka lalu terjadilah proses yang tak tertahankan untuk mewujudkan Kehendak itu.
 
Lalu bagaimana hubungan antara kehendak manusia dan kehendak Tuhan…?. Apakah kita manusia ini memang punya kehendak atau tidak…?. Mari kita bahas.
 
Dalam artikel-artikel yang lalu saya sudah sering bahas, bahwa DADA manusia adalah Rumah Allah (Baitul Haram) tempat dimana Allah meletakkan berbagai Kehendak-Nya untuk “membentuk” peradaban manusia. Dada kita ini adalah sebuah alat yang diberikan Allah buat kita agar kita bisa menangkap berbagai Sabda Tuhan yang membentuk “ruangan-ruangan” yang memang sudah ditebarkan Allah disetiap titik yang ada dialam semesta ini. Persis “di depan” wajah kita masing-masing, sebenarnya sudah ada ruangan-ruangan yang disediakan Allah untuk kita masuki, atau lebih tepatnya kita didorong oleh Allah sendiri untuk memasukinya.
 
Di depan kita masing-masing, sudah ada Ruangan TAQWA berikut dengan segala turunannya, paling tidak, seperti ada ruangan ihsan, khusyuk, iman, ihklas, sabar, syukur, kasih, sayang, cinta. Tepat bersebarangan dengan ruangan taqwa itu ada Ruangan FUJUR berikut dengan segala variannya pula, seperti munafik, kafir (ter-cover), ria, gelisah, tidak khusyu, iri, dengki, marah, benci, dan sebagainya. Untuk mengetahui adanya ruangan-ruangan didepan kita, maka kita akan butuh alat yang tepat pula.
 
Ini tak ubahnya dengan peristiwa adanya daya-daya magnet yang ada di depan kita. Untuk mengetahui adanya medan magnet tersebut, maka kita akan butuh alat yang tepat untuk mencitranya, yaitu sebuah kompas. Dengan kompas, maka kita akan diperlihatkan bahwa di depan kita yang tadinya “seperti” tidak ada apa-apanya ternyata ada medan magnet. Mana…?. Tuh…!!!. Kita bisa mengetahui adanya medan magnet dengan adanya jarum kompas yang menunjukkan arah utara dan selatan. Makanya kompas dikatakan juga sebagai ayat, tanda-tanda akan adanya medan magnet. Akan tetapi kompas itu sendiri bukanlah magnet. Karena kompas itu hanyalah sebuah “benda” yang semata-mata berada dalam pengaruh medan magnet yang meliputinya dan kompas itupun akan selalu ikut apapun maunya medan magnet tersebut.
 
Akan tetapi akan menjadi lain, jika kita menggunakan alat yang tidak tepat untuk mengetahui keberadaan medan magnet tersebut. Jika yang kita gunakan adalah sepotong kayu, maka kita disebut sebagai orang yang salah dan tersesat dalam memakai alat bantu dari yang seharusnya. Dan sampai kapanpun kita tidak akan pernah menemukan medan magnet yang kita cari-cari tersebut.
 

Nah.., untuk mengetahui adanya suasana Ruangan TAQWA atau Ruangan FUJUR di depan kita, maka kita juga butuh alat yang tepat pula. Dan untuk keperluan tersebut, setiap manusia ternyata sudah dilengkapi oleh Allah dengan alat yang sangat sempurna. Alat itu adalah DADA kita, Baitul Haram. Ya…, hanya dengan dadalah kita baru akan bisa menangkap “Khattar” (getaran) ruangan taqwa dan fujur yang ada di depan kita masing-masing. Tidak bisa tidak. Makanya tatkala kita ingin memahami realitas taqwa dan fujur dengan menggunakan OTAK kita, maka yang kita temukan hanyalah orang-orang yang ahli tentang definisi taqwa dan fujur, taqwarologi, fujurologi. Jadi saat kita memakai otak kita untuk memahami suasana ruangan taqwa dan fujur itu, maka boleh jadi kita akan dikatakan sebagai orang yang tersesat juga. Suasana kok mau didefinsikan…

April 17, 2006

Rahasia Di Balik Materi

Filed under: Ruhiyah

“Apa yang kita lihat dan kita rasakan adalah semu dan hanya pantulan dari keindahan Allah swt”. (seorang imam besar pada jamannya)

“Sesungguhnya Allah swt tergantung dari prasangka kita”

 

Proses Penglihatan

Saat kita melihat sebuah benda maka cahaya dari benda tersebut ditangkap oleh mata kita dan diubah menjadi gelombang listrik yang kemudian diterjemahkan oleh otak menjadi sebuah gambar di dalam otak kita. Jadi proses tampaknya sebuah benda atau materi oleh kita adalah melalui gelombang listrik yang ada di dalam otak kita. Proses ini terjadi juga pada semua panca indra kita. Yaitu pendengaran, perasa (lidah), peraba (kulit) dan penciuman (hidung) sehingga kita mampu untuk menidentifikasi sesuatu yang berada diluar kita.

Ada pertanyaan menarik disini, bagaimana jadinya kalau kita bisa memanipulasi gelombang listrik sebelum sampai ke otak? Kita bayangkan kalau gelombang listrik yang sampai ke otak bukan dari mata kita atau panca indera lainnya tetapi berasal dari sebuah komputer. Komputer yang mengalirkan data (gelombang listrik) tentang sebuah benda atau kejadian, maka otak kita akan merespon data tersebut sebagai benda nyata seperti yang kita saksikan melalui mata kita. Dengan kata lain selama ini yang kita lihat dan kita rasa hanya dalam bentuk gelombang-gelombang listrik yang diterima oleh otak kita.

Hal yang paling penting disini adalah ketika kita bisa melihat otak kita. Katakanlah kepala Anda sedikit dibuka kemudian anda melihatnya melalui cermin, ini berarti bahwa otak kita juga sebuah benda seperti benda-benda lainnya yang kita lihat sehari-hari atau dengan kata lain semua yang kita lihat adalah ilusi termasuk otak kita. (more…)