wa amanu wa hajaru wa jahadu …

April 17, 2006

Rahasia Di Balik Materi

Filed under: Ruhiyah

“Apa yang kita lihat dan kita rasakan adalah semu dan hanya pantulan dari keindahan Allah swt”. (seorang imam besar pada jamannya)

“Sesungguhnya Allah swt tergantung dari prasangka kita”

 

Proses Penglihatan

Saat kita melihat sebuah benda maka cahaya dari benda tersebut ditangkap oleh mata kita dan diubah menjadi gelombang listrik yang kemudian diterjemahkan oleh otak menjadi sebuah gambar di dalam otak kita. Jadi proses tampaknya sebuah benda atau materi oleh kita adalah melalui gelombang listrik yang ada di dalam otak kita. Proses ini terjadi juga pada semua panca indra kita. Yaitu pendengaran, perasa (lidah), peraba (kulit) dan penciuman (hidung) sehingga kita mampu untuk menidentifikasi sesuatu yang berada diluar kita.

Ada pertanyaan menarik disini, bagaimana jadinya kalau kita bisa memanipulasi gelombang listrik sebelum sampai ke otak? Kita bayangkan kalau gelombang listrik yang sampai ke otak bukan dari mata kita atau panca indera lainnya tetapi berasal dari sebuah komputer. Komputer yang mengalirkan data (gelombang listrik) tentang sebuah benda atau kejadian, maka otak kita akan merespon data tersebut sebagai benda nyata seperti yang kita saksikan melalui mata kita. Dengan kata lain selama ini yang kita lihat dan kita rasa hanya dalam bentuk gelombang-gelombang listrik yang diterima oleh otak kita.

Hal yang paling penting disini adalah ketika kita bisa melihat otak kita. Katakanlah kepala Anda sedikit dibuka kemudian anda melihatnya melalui cermin, ini berarti bahwa otak kita juga sebuah benda seperti benda-benda lainnya yang kita lihat sehari-hari atau dengan kata lain semua yang kita lihat adalah ilusi termasuk otak kita. (more…)

Do’a Ketetapan Hati Dalam Hidayah

Filed under: free talk

 رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ اْلوَهَّابُ

[Robbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa Wa Hab Lanaa Min Ladunka Rohmatan, Innaka Antal Wahhaab]

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Mahapemberi (karunia).” (QS.Ali ‘Imran:8)