wa amanu wa hajaru wa jahadu …

May 3, 2006

Sinar Cahaya Ayat Kursi

Filed under: Keluarga

Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal seekor syaitan yg duduk diatas pintu rumah. Tugasnya ialah utk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan isteri di rumah dan keraguan dihati isteri terhadap kejujuran suami di luar rumah. Sebab itulah Rasulullah tidak akan masuk rumah sehinggalah Baginda mendengar jawaban salam daripada isterinya. Disaat itu syaitan akan lari bersama-sama dengan salam itu. Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:

1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya , Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.

2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dlm lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.

3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang,tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya dan ahli rumah-rumah disekitarnya.

4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap2 sembahyang fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yg bersyukur,setiap perbuatan orang yg benar,pahala nabi2 serta Allah melimpahkan padanya rahmat.

5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.

6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.

7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.

Dari Abdullah bin ‘Amr r.a., Rasulullah S.A.W. bersabda,Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat…" Wassalam, "Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk Dunia Mu, Utamakan SHOLAT dan ZAKAT untuk Akhirat Mu"

Subhanallah…

April 26, 2006

Untuk Istriku-Untuk Suamiku, Deretan Kata Untuk Sang Pengantin

Filed under: Keluarga

Untuk Istriku

Pernikahan atau perkawinan
Membuka tabir rahasia
Suami yang menikahi kamu
Tidaklah semulia Muhammad SAW
Tidaklah setaqwa Ibrahim AS
Pun tidak setabah Ayyub As
Ataupun segagah Musa AS
Apalagi setampan Yusuf AS

Justru suamimu hanyalah pria akhir zama
Yang punya cita-cita
Membangun keturunan yang sholeh…

Pernikahan atau perkawinan
Mengajar kita kewajiban bersama
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya
Suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya
Saat suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya
Seketika suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya
Seandainya suami masinis yang lancang
Sabarlah memperingatkannya

Pernikahan atau perkawinan
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah SWt
Karena memiliki suami yang tidak segagah mana
Justru kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna didalam menjaga
Pun bukan Hajar, yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman
Yang berusaha menjadi solehah
Amin…

Untuk suamiku

Pernikahan atau perkawinan
Menyingkap tabir rahasia
Istri yang kamu nikahi
Tidaklah semulia Khadijah
Tidaklah setaqwa Aisyah
Pun tidak setabah Fatimah
Apalagi secantik Zulaikha

Justru istrimu hnayalah wanita akhir zaman
Yang punya cita-cita
Menjadi sholehah…

Pernikahan atau perkawinan
Mengajar kita kewajiban bersama
Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya
Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya
Istri adalah murid, kamu mursyidnya
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya
Saat istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya
Seketika istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya
Seandainya istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya

Pernikahan atau perkawinan
Mengisyafkan kita perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah SWT
Karena memiliki istri yang tidak sehebat mana
Justru…
Kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Rasulullah
Pun bukan pula sayyidina Ali
Karamallahuwajhah
Cuma suami akhir zaman
Yang berusaha menjadi soleh
Amin…

April 12, 2006

Memberi, Bukan Menerima

Filed under: Keluarga

Kita harus mulai mengubah paradigma berpikir, bahwa kemuliaan sejati bukan berasal dari apa yang orang lain berikan kepada kita, tapi dari apa yang bisa kita berikan kepada orang lain.

Suatu ketika sepasang suami istri yang baru dikarunia seorang anak terlibat percakapan. Sang istri berkata, "Abi, alhamdulillah ya Allah mengabulkan doa kita. Sekarang kita sudah punya rumah sendiri, padahal sebelumnya Ummi sempat bertanya-tanya bisa nggak ya kita punya rumah?". "Ya, kita harus bersyukur. Hidup kita selalu dimudahkan Allah," ujar sang suami mengamini. Kemudian ia melanjutkan, "Tapi ingat bahwa rumah ini bukan milik kita, juga bukan milik anak kita. Semua ini hanyalah titipan Allah".

(more…)

Nasehat Syaikh Mustafa Al-Adawi Buat Para Istri

Filed under: Keluarga

Apakah engkau rugi bila menemui suamimu dengan wajah berseri dan senyuman?!!
Apakah berat bila engkau mengusap debu di wajah, kepala dan pakaiannya, dan engkau menciumnya?!!
Aku pikir tidaklah berat bila engkau tidak duduk sampai suamimu masuk dan duduk!!
Tidaklah sukar bila engkau rnucapkan padanya ‘’Alhamdulilah atas keselamatanmu, kami telah rindu menanti kedatanganmu, selamat datang.'’

Berdandanlah untuk suamimu -dan lakukanlah hal ini karena mengharap pahala dari Allah- sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan
Pakailah parfum, celak, dan baju yang terbaik untuk menyambut kedatangan suamimu
Hidarilah olehmu kesedihan
Janganlah engkau condong dan mendengar omongan orang yang mau merusak keutuhan rumah tanggamu
Jangalah selalu gundah gulana,
tetapi berlindunglah pada Allah dari perasaan gundah gulana, lemah kepribadian, dan malas
Janganlah engkau merendahkan suaramu di hadapan laki-laki asing
nanti ia akan berniat yang bukan-bukan terhadapmu
Jadilah orang yang selalu lapang dada, berpikirlah jernih dan tenang, serta senantiasa mengingat Allah pada setiap masa
Hiburlah suamimu sehingga meringankan kepenatan, sekit, musibah, dan kesedihan
Anjurkan suamimu berbuat baik kepada kedua orang tuanya
Didiklah anak-anak dengan baik dan penuhilah rumahmu dengan tasbih tahmid, takbir, dan tahlil, serta perbanyaklah bacaan Al Qur’an, terutama surat Al Baqarah, karena ia dapat mengusir setan
Lepaslah dari rumahmu gambar-gambar bernyawa, alat-alat musik dan permainan yang merusak
Bangunkanlah suami untuk sholat malam
Berilah semangat untuk puasa sunnah
Ingatkanlah akan keutamaan infak,
Dan jangan cegah suamimu dari silaturahmi
Perbanyaklah istighfar untuk dirimu, suamimu, orang tua, dan kaum muslimin
Mohonlah kepada Allah tuk mendapatkan anak yang shalih,
niat yang rnikhlas dan kebaikan dunia serta akhirah
ketahuilah Rabbmu mendengar doamu dan rnmencintai orang-orang yang suka berdoa:
‘’Dan berkata Tuhanmu, berdoalah rnkepada-Ku niscaya Aku kabulkan.'’ (Ghaafir:60)

Qana’ah Sifat Mulia yang Harus di Miliki Para Istri

Filed under: Keluarga

Sikap qana’ah atau menerima apa adanya (nrimo) pada masalah kebendaan (duniawi) dalam kehidupan suami istri sangat dibutuhkan.Terutama bagi seorang istri tanpa adanya sifat qana’ah maka bisa dibayangkan bagaimana susahnya seorang suami.Setiap tiba dirumah maka yang terdengar adalah keluhan-keluhan, belum punya ini belum punya itu, ingin beli perhiasan, pakaian baru, sepatu baru, jilbab baru,perkakas rumah tangga, furniture, dan lain-lainnya.

Alhamdulillah bila sang suami memiliki banyak harta apabila tidak maka yang terjadi adalah pertengkaran dan perselisihan melihat kedudukan suami dengan sebelah mata karena gaji yang kecil .Terkadang keluar keluhan bila si Fulan bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar mengapa engkau tidak???sehingga impian membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah warrahmah semakin jauh.Hati menjadi resah dan gundah lalu hilanglah rasa syukur, baik kepada suami maupun kepada Allah.Bila hal ini sudah menimpa pada seorang istri maka waspadalah ya ukhti,….sesungguhnya engkau telah membebani suamimu diluar kemampuannya.

Engkau telah membuatnya terlalu sibuk dengan dunia untuk memenuhi segala keinginanmu. Berapa banyak kaum suami yang meninggalkan majelis ilmu syar’i demi mengejar uang lemburan? sebelum menikah rajin datang ke tempat majelis ilmu setelah menikah jarang terlihat lagi, mungkin tadinya datang setiap minggu sekarang frekuensinya menjadi sebulan dua kali atau sekali bahkan mungkin tidak datang lagi!!! Atau berapa banyak kaum suami yang rela menempuh jalan yang diharamkan Allah Ta’ala demi membahagiakan sang istri tercinta.Yang terakhir ini banyak ditempuh oleh para suami yang minim sekali ilmu agamanya sehingga demi ‘’senyuman sang istri'’ rela ia menempuh jalan yang dimurkai-Nya.Wal’iyyadzu billah.

Duhai, para istri…engkau adalah sebaik-baik perhiasan diatas muka bumi ini bila engkau memahami dienmu. Maka jadilah wanita dan istri yang shalihah,itu semua bisa dicapai bila engkau mampu mengendalikan hawa nafsumu, bergaul hanya dengan kawan-kawan yang shalihah dan berilmu,dan tutuplah matamu bila engkau melihat sesuatu yang tidak mungkin bisa engkau raih, lihatlah kebawah masih banyak yang lebih menderita dan lebih miskin hidupnya dibandingkan engkau. Maka akan kau temui dirimu menjadi orang yang mudah mensyukuri nikmat-Nya.

Sifat qana’ah ibarat mutiara yang terpendam di bawah laut, barangsiapa yang bisa mengambilnya dan memilikinya maka beruntunglah ia.Seorang istri yang memiliki sifat qana’ah ini maka dapat membawa ketentraman dan kedamaian dalam rumah tangganya. Suami merasa sejuk berdampingan denganmu, rasanya akan enggan ia menjauh darimu.

Betapa bahagianya para suami yang memiliki istri yang qana’ah, para istri bisa memiliki sifat ini bila ia mau berusaha sekuat tenaga dan berdo’a kepada Allah semata. Ya, Allah janganlah kau jadikan dunia satu-satunya keinginan utama kami, amin.Wallahu’alam bishawwab.

Membentuk Keluarga Islami

Filed under: Keluarga

Mayoritas manusia tentu mendambakan kebahagiaan, menanti ketentraman dan ketanangan jiwa. Tentu pula semua menghindari dari berbagai pemicu gundah gulana dan kegelisahan. Terlebih dalam lingkngan keluarga.

          Ingatlah semua ini tak akan terwujud kecuali dengan iman kepada Alloh, tawakal dan mengembalikan semua masalah kepadaNya, disamping melakukan berbagai usaha yang sesuai dengan syari’at.

Pentingnya Keharmonisan Keluarga

Yang paling berpengaruh buat pribadi dan masyarakat adalah pembentukan keluarga dan komitmennya pada kebenaran. Alloh dengan hikmahNya telah mempersiapkan tempat yang mulia buat manusia untuk menetap dan tinggal dengan tentram di dalamnya. FirmanNya: “dan diantara tanda-tanda kekuasanNya adalah Dia mencipatakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan diajadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Ar Rum: 21)

          Ya…supaya engkau cenderung dan merasa tentram  kepadanya (Alloh tidak mengatakan: ‘supaya kamu tinggal bersamanya’). Ini menegaskan makna tenang dalam perangai dan jiwa serta menekankan wujudnya kedamaian dalam berbagai bentuknya.

          Maka suami istri akan mendapatkan ketenangan pada pasangannya di kala datang kegelisahan dan mendapati kelapangan di saat dihampiri kesempitan.

          Sesungguhnya pilar hubungan suami istri adalah kekerabatan dan pershabatan yang terpancang di atas cinta dan kasih sayang. Hubungan yang mendalam dan lekat ini mirip dengan hubungan seseorang dengan dirinya sendiri. Al Qur’an menjelaskan: “Mereka itu pakaian bagimu dan kamu pun pakaian baginya.” (Al Baqarah: 187)

          Terlebih lagi ketika mengingat apa yang dipersiapkan bagi hubungan ini misalnya; penddidikan anak dan jaminan kehidupan, yang tentu saja tak akan terbentuk kecuali dalam atmosfir keibuan yang lembut dan kebapakan yang semangat dan serius. Adakah di sana komunitas yang lebih bersih dari suasana hubungan yang mulia ini?

Pilar Peyangga Keluarga Islami

  1. Iman dan Taqwa

Faktor pertama dan terpenting adalah iman kepada Alloh dan hari akhir, takut kepada Dzat Yang memperhatikan segala yang tersembunyi serta senantiasa bertaqwa dan bermuraqabbah (merasa diawasi oleh Alloh) lalu menjauh dari kedhaliman dan kekeliruan di dalam mencari kebenaran.

“Demikian diberi pengajaran dengan itu, orang yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat. Barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Dia kan mengadakan baginya jalan keluar. Dan Dia kan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan keperluannya.” (Ath Thalaq: 2-3)

Di antara yang menguatkan tali iman yaitu bersungguh-sungguh dan serius dalam ibadah serta saling ingat-mengingatkan. Perhatikan sabda Rasululloh: “Semoga Alloh merahmati suami yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula istrinya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya. Dan semoga Alloh merahmati istri yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula suaminya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya.”  (HR. Ahmad, Abu Dawud, An Nasa’i, Ibnu Majah).

Hubungan suami istri bukanlah hubungan duniawi atau nafsu hewani namun berupa interaksi jiwa yang luhur. Jadi ketika hubungan itu shahih maka dapat berlanjut ke kehidupan akhirat kelak. FirmanNya: “Yaitu surga ‘Adn yang mereka itu masuk di dalamnya bersama-sama orang yang shaleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya.” (Ar Ra’du: 23)   

  1. Hubungan Yang Baik

Termasuk yang mengokohkan hal ini adalah pergaulan yang baik. Ini tidak akan tercipt akecuali jika keduanya saling mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing.

Mencari kesempurnaan dalam keluarga dan naggotanya adalah hal mustahil dan merasa frustasi daklam usha melakukan penyempurnan setiap sifat mereka atau yang lainnya termasuk sia-sia juga.

  1. Tugas Suami

Seorang suami dituntut untuk lebih bisa bersabar ketimbang istrinya, dimana istri itu lemah secara fisik atau pribadinya. Jika ia dituntut untuk melakukan segala sesuatu maka ia akan buntu.

Teralalu berlebih dalam meluruskannya berarti membengkokkannya dan membengkokkannya berarti menceraikannya. Rasululloh bersabda: “Nasehatilah wanita dengan baik. Sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk dan bagian yang bengkok dari rusuk adalah bagian atasnya. Seandainya kamu luruskan maka berarti akan mematahkannya. Dan seandainya kamu biarkan maka akan terus saja bengkok, untuk itu nasehatilah dengan baik.” (HR. Bukhari, Muslim)

Jadi kelemahan wanita sudah ada sejak diciptakan, jadi bersabarlah untuk menghadapinya.

Seorang suami seyogyanya tidak terus-menerus mengingat apa yang menjadi bahan kesempitan keluarganya, alihkan pada beberapa sisi kekurangan mereka. Dan perhatikan sisi kebaikan niscaya  akan banyak sekali.

Dalam hal ini maka berperilakulah lemah lembut. Sebab jika ia sudah melihat sebagian yang dibencinya maka tidak tahu lagi dimana sumber-sumber kebahagiaan itu berada. Alloh berfirman; “Dan bergaullah bersama mereka dengan patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka maka bersabarlah Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Aloh menjadikannya kebaikan yang banyak.” (An Nisa’: 19)

Apabila tidak begitu lalu bagaimana mungkin akan tercipta ketentraman, kedamaian dan cinta kasih itu: jika pemimpin keluarga itu sendiri berperangai keras, jelek pergaulannya, sempit wawasannya, dungu, terburu-buru, tidak pemaaf, pemarah, jika masuk terlalu banyak mengungkit-ungkit kebaikan dan jika keluar selalu berburuk sangka.

Padahal sudah dimaklumi bahwa interaksi yang baik dan sumber kebahagiaan itu tidaklah tercipta kecuali dengan kelembutan dan menjauhakan diri dari prasangka yang tak beralasan. Dan kecemburuan terkadang berubah menjadi prasangka buruk yang menggiringnya untuk senantiasa menyalah tafsirkan omongan  dan meragukan segala tingkah laku. Ini tentu akan membikin hidup terasa sempit dan gelisah dengan tanpa alasan yang jelas dan benar. 

  1. Tugas Istri

Kebahagiaan, cinta dan kasih sayang tidaklah sempurna kecuali ketika istri mengetahui kewajiban dan tiada melalaikannya.

Berbakti kepada suami sebagai pemimpin, pelindung, penjaga dan pemberi nafkah. Taat kepadanya, menjaga dirinya sebagi istri dan harta suami. Demikian pula menguasai tugas istri dan mengerjakannya serta memperhatikan diri dan rumahnya.

Inilah istri shalihah sekaligus ibu yang penuh kasih sayang, pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Juga mengakui kecakapan suami dan tiada mengingkari kebaikannya.

Untuk itu seyogyanya memaafkan kekeliruan dan mangabaikan kekhilafan. Jangan berperilaku jelek ketika suami hadir dan jangan mengkhianati ketika ia pergi.

Dengan ini sudah barang tentu akan tercapai saling meridhai, akan langgeng hubungan, mesra, cinta dan kasih sayang. Dalam hadits: “Perempuan mana yang meninggal dan suaminya ridha kepadanya maka ia masuk surga.” (HR. Tirmidzi, Hakim, Ibnu Majah)

          Maka bertaqwalah wahai kaum muslimin! Ketahuilah bahwa dengan dicapainya keharmonisan akan tersebarlah semerbak kebahagiaan dan tercipta suasana yang kondusif bagi tarbiyah.

          Selain itu tumbuh pula kehidupan di rumah yang mulia dengan dipenuhi cinta kasih dan saling pengertian anatar sifat keibuan yang penuh kasih sayang dan kebapakan yang tegas, jauh dari cekcok, perselisihan dan saling mendhalimi satu sama lain. Juga tak ada permusuhan dan saling menyakiti.

Penutup

Lurusnya keluarga menjadi media untuk menciptakan keamanan masyarakat. Bagaimana bisa aman bila ikatan keluarga telah amburadul. Padahal Alloh memberi kenikmatan ini yaitu kenikmatan kerukunan keluarga, kemesraan dan keharmonisannya.

          Hubungan suami istri yang sangat solid dan fungsinya sebagai orang tua di tambah anak-anaknya yang tumbuh dalam asuhan mereka, merupakan gambaran umat terkini dan masadepan. Karena itu ketika setan berhasil menceraikan hubungan keluarga dia tidak sekadar menggoncangkan sebuah keluarga namun juga menjerumuskan masyarakat seluruhnya ke dalam kebobrokan yang merajalela. Realita sekarang menjadi bukti.

          Semoga Alloh merahmati pria yang perilakunya terpuji, baik hatinya, pandai bergaul (terhadap keluarga), lemah lembut, pengasih, penyayang, tekun, tidak berlebihan dan tiada lalai dengan kewajibannya. Semoga Alloh merahmati pula wanita yang tidak mencari-cari kekeliruan, tidak cerewet, shalihah, taat dan memelihara dirinya ketika suaminya tidak ada karena Alloh telah memeliharanya.

          Bertaqwalah wahai kaum muslimin, wahai suami istri. Barang siapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaaya akan dimudahkan urusannya. (Syeikh Shalih bin Abdullah bin Al Humaid). 

Menikah adalah saat di mana …..

Filed under: Keluarga

Menikah adalah saat di mana
gerbang kesucian mulai dibentangkan

Menikah adalah saat di mana
ketidaksempurnaan bukan lagi masalah yang mesti diperdebatkan

Menikah adalah saat di mana
akar dirajut dari benang-benang pemikiran

Menikah adalah saat di mana
syara direngkuh sebagai tolok ukur perbuatan

Menikah adalah saat di mana
ketulusan diikatkan sebagai senyum kasih sayang

Menikah adalah saat di mana
kesendirian dicampakkan sebagai sebuah kebersamaan

Menikah adalah saat di mana
kegelisahan beralih pada ketenangan

Menikah adalah saat di mana
kehinaan beralih pada kemuliaan

Menikah adalah saat di mana
peluh bergulir lanjutkan perjuangan

Menikah adalah saat di mana
kesetiaan adalah harga mati yang tak bisa dilelang

Menikah adalah saat di mana
bunga-bunga bersemi pada taman-taman

Menikah adalah saat di mana
kemarau basah oleh sapaan air hujan

Menikah adalah saat di mana
hati yang membatu lapuk oleh kasih sayang

Menikah adalah sebuah pilihan
antara jalan Tuhan dan jalan setan

Menikah adalah sebuah pertimbangan
antara hidayah dan kesesatan

Menikah adalah saat di mana
suka dan duka saling datang

Menikah adalah saat di mana
tawa dan air mata saling berdendang

Menikah adalah saat di mana
ikan dan karang bersatu dalam lautan

Menikah adalah saat di mana
dua hati menyatu dalam ketauhidan

Menikah adalah saat di mana
syahwat tidak lagi bertebaran di jalan-jalan

Menikah adalah saat di mana
ketakwaan menjadi teluk perhentian

Menikah adalah saat di mana
kehangatan menyatu dalam pekatnya malam

Menikah adalah saat di mana
cinta pada Allah dan rasul-Nya dititipkan

Menikah adalah saat di mana
dua hati berganti peran pada kedewasaan

Menikah adalah saat di mana
dua jasad menambah kekuatan dakwah peradaban

Menikah adalah saat di mana
kecantikan adalah sebuah ujian

Menikah adalah saat di mana
kecerewetan diperindah oleh aksesori kesabaran

Menikah adalah saat di mana
bunga-bunga mulai menyemi pada alang

Menikah adalah saat di mana
bidadari-bidadari dunia turun di telaga-telaga kesejukan

Menikah adalah saat di mana
jundi-jundi kecil adalah cericit burung pada dahan-dahan
Menikah adalah saat di mana
pemahaman-pemahaman mulai disemikan

Menikah adalah saat di mana
amal-amal mulai ditumbuhkan

Menikah adalah saat di mana
keadilan mulai ditegakkan

Menikah adalah saat dimana
optimistis adalah leksem baru dari sebuah kefuturan

Menikah adalah saat di mana
kecemburuan adalah rona pelangi pada awan

Menikah adalah saat di mana
kesendirian menutup epik kehidupan

Menikah adalah saat di mana
syahadat menjadi saksi utama penerimaan

Menikah adalah saat di mana
aktivitas dibangun atas dasar ketaatan

Menikah adalah saat di mana
perbedaan ciptakan kemesraan

Menikah adalah saat di mana
istana tahajud dibangun pada pucuk-pucuk malam

Menikah adalah saat di mana
belaian bak kumbang yang teteskan madu-madu kehidupan

Menikah adalah saat di mana
kecupan bak mentari yang segarkan dedaunan dari kemarau panjang

Menikah adalah saat di mana
goresan bayang-bayang yang kulukis pada mimpi-mimpi malam berubah menjadi kenyataan