<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>wa amanu wa hajaru wa jahadu ...</title>
	<link>http://rifti.blogsome.com</link>
	<description>hidup untuk yang maha hidup...</description>
	<pubDate>Mon, 15 May 2006 07:19:27 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Bahagianya Orang Ikhlas</title>
		<link>http://rifti.blogsome.com/2006/05/15/bahagianya-orang-ikhlas/</link>
		<comments>http://rifti.blogsome.com/2006/05/15/bahagianya-orang-ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 May 2006 02:48:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifti</dc:creator>
		
	<category>free talk</category>
		<guid>http://rifti.blogsome.com/2006/05/15/bahagianya-orang-ikhlas/</guid>
		<description><![CDATA[	
Berpikirlah terus, bagaimana caranya agar amal kita diterima Allah. Tidak usah mengharap balas jasa, pujian, atau keuntungan sesaat. 
	&quot;Ketahuilah, hari ini adalah hari Allah. Tidak boleh ada kesombongan dan sikap melampaui batas. Ikhlaskan niat kalian untuk berjihad dan carilah ridha Allah dengan amal kalian&quot;. Inilah yang disampaikan Khalid bin Walid di hadapan komandan pasukannya menjelang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div class="Section1">
<p><font color="black">Berpikirlah terus, bagaimana caranya agar amal kita diterima Allah. Tidak usah mengharap balas jasa, pujian, atau keuntungan sesaat. </font></p>
	<p><font color="black">&quot;Ketahuilah, hari ini adalah hari Allah. Tidak boleh ada kesombongan dan sikap melampaui batas. Ikhlaskan niat kalian untuk berjihad dan carilah ridha Allah dengan amal kalian&quot;. Inilah yang disampaikan Khalid bin Walid di hadapan komandan pasukannya menjelang Perang Yarmuk.</font></p>
	<p><font color="black">Tak lama kemudian, datanglah utusan Khalifah membawa sepucuk surat untuk Khalid bin Walid. &quot;Pedang Allah&quot; ini segera membacanya. Di dalamnya tercantum beberapa hal, termasuk berita wafatnya Khalifah Abu Bakar dan dan beralihnya kendali kekhalifahan ke tangan Umar bin Khathab. Yang terpenting, Khalifah Umar mencopot jabatan panglima perang yang disandang Khalid bin Walid, dan mengangkat Abu Ubaidah bin Jarrah sebagai penggantinya.</font></p>
	<p><font color="black">Bagaimana sikap Khalid? Ia menerima pemberhentian tersebut dengan sikap ksatria. Tidak sedikit pun kekecewaan dan emosi terpancar dari wajahnya. &quot;Aku tidak berperang untuk Umar. Aku berperang untuk Tuhannya Umar,&quot; demikian ungkapnya. </font></p>
	<p><font color="black">Ia segera mendatangi Abu Ubaidah bin Jarrah untuk menyerahkan kendali kepemimpinan. Setelah itu ia berperang habis-habisan di bawah komando mantan anak buahnya tersebut. Padahal, masa itu adalah masa keemasan Khalid bin Walid. </font></p>
	<p><font color="black">Saudaraku, betapa bahagianya Khalid bin Walid. Lihatlah, betapa mudahnya ia menyerahkan jabatan kepada anak buahnya, lalu berperang habis-habisan sebagai seorang prajurit. Orientasi perjuangannya adalah Allah, bukan jabatan, ketenaran dan kepuasan nafsunya.</font></p>
	<p><font color="black">Kita harus mulai mengevaluasi diri. Boleh jadi kita sibuk beramal, namun tidak sibuk menata niat. Sehingga amal-amal yang kita lakukan tidak ada nilainya di hadapan Allah. Seorang ibu mengandung selama sembilan bulan, ia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa sakit, bila kehamilannya itu disikapi dengan keluhan. Demikian pula seorang bapak yang siang malam bekerja, ia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lelah, bila tidak karena Allah. Karena itu, jangan hanya sibuk beramal, tapi sibukkan pula dengan meluruskan niat. </font></p>
	<p><font color="black">Bagaimana agar kita bisa ikhlas? Tekniknya sederhana. Pusatkan pikiran dan amal hanya untuk Allah. Berpikirlah, bagaimana agar amal kita diterima Allah. Titik. Tidak usah mengharap balas jasa, pujian, atau keuntungan sesaat. Lakukan yang terbaik, sampaikan dengan cara terbaik, berikan yang terbaik, dan dengan hati terbaik. </font></p>
	<p><font color="black">Saudaraku, orang ikhlas itu pasti bahagia dalam hidupnya. Sebab, Allah SWT akan menganugerahkan enam ciri (keutamaan) dalam hidupnya. </font></p>
	<p><font color="black">[1] Jarang kecewa terhadap dunia. Orang ikhlas tidak mengharapkan apapun dan dari siapapun. kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari mempersembahkan. Sebaliknya, orang yang tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup, karena banyak berharap dari makhluk. </font></p>
	<p><font color="black">[2] Tidak pusing dengan penghargaan. Baginya orang ikhlas dipuji atau dicaci sama saja, asalkan apa yang ia lakukan benar caranya dan lurus niatnya. </font></p>
	<p><font color="black">[3] Tidak membeda-bedakan amal besar dan amal kecil. Orang ikhlas tidak sibuk melihat besar kecilnya amal. Ia hanya sibuk dengan apa yang disukai Allah. Tidak ada yang kecil di hadapan Allah. Yang kecil hanyalah amal yang tidak ikhlas.</font></p>
	<p><font color="black">[4] Nikmat berbuat amal. Kebahagiaannya bukan dari mendapatkan pujian, namun dari optimalnya amal. Karena itu, orang ikhlas akan tangguh dan istikamah dalam ibadah.</font></p>
	<p><font color="black">[5] Tidak menonjolkan &quot;bendera&quot;. Orang ikhlas tidak berjuang untuk satu kelompok tertentu. Ia berjuang hanya untuk Islam. Kelompok/bendera hanyalah sarana/alat untuk mencapai tujuan.</font></p>
	<p><font color="black">[6] Tidak ditipu setan. Allah SWT mengabadikan ucapan Iblis dalam Alquran. &quot;_pasti aku akan menyesatkan mereka (manusia) semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas&quot; (QS Al Hijr [15]: 39-40). <em>Wallaahu  a&#8217;lam</em>.</font></p>
	<p class="MsoNormal"><font color="#6b6b6b">( KH Abdullah  Gymnastiar )</font></p>
	<p class="MsoNormal"><font color="black">&nbsp;</font></p>
 </div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifti.blogsome.com/2006/05/15/bahagianya-orang-ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Surat tuk Sahabatku</title>
		<link>http://rifti.blogsome.com/2006/05/12/surat-tuk-sahabatku/</link>
		<comments>http://rifti.blogsome.com/2006/05/12/surat-tuk-sahabatku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 May 2006 06:25:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifti</dc:creator>
		
	<category>free talk</category>
		<guid>http://rifti.blogsome.com/2006/05/12/surat-tuk-sahabatku/</guid>
		<description><![CDATA[	Apa kabar sahabatku&hellip;?? Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa Saya yakin bukan karena kebencian diantara kita Sayapun yakin bukan karena apa - apa&hellip; Tapi rutinitas kesibukan yang tlah menjebak kita
	 Satu hal sebagai bahan renungan kita&hellip; Tuk merenungkan indahnya malam pertama Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata Bukan malam pertama masuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Apa kabar sahabatku&hellip;??<br /> Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa<br /> Saya yakin bukan karena kebencian diantara kita<br /> Sayapun yakin bukan karena apa - apa&hellip;<br /> Tapi rutinitas kesibukan yang tlah menjebak kita</p>
	<p> Satu hal sebagai bahan renungan kita&hellip;<br /> Tuk merenungkan indahnya malam pertama<br /> Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata<br /> Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa</p>
	<p> Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Mauuut<br /> Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara<br /> Hari itu&hellip;mempelai sangat dimanjakan<br /> Mandipun&hellip;harus dimandikan<br /> Seluruh badan kita terbuka&hellip;.<br /> Tak ada sehelai benangpun menutupinya..<br /> Tak ada sedikitpun rasa malu&hellip;<br /> Seluruh badan digosok dan dibersihkan Tapi percayalah&hellip;aku pasti kan mendo&rsquo;akanmu&hellip;n<br /> Karena &hellip;aku sungguh menyayangimu&hellip;<br /> Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga<br /> Aku berdo&rsquo;a&hellip;semoga kau jadi ahli syurga. Amien</p>
	<p> Sahabat&hellip;.., jika ini adalah bacaan terakhirmu<br /> Jika ini adalah renungan peringatan dari Kekasihmun<br /> Ambillah hikmahnya&hellip;..<br /> Tapi jika ini adalah salahku&hellip;maafkan aku&hellip;.<br /> Terlebih jika aku harus mendahuluimu&hellip;.<br /> Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku<br /> Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu&hellip;..<br /> nkalau tulisan ini ada manfaatnya&hellip;.<br /> Silakan di print out dan kau simpan sebagai renungan&hellip;<br /> Siapa tahu &hellip;suatu saat kau ingat padaku<br /> Dan&hellip;aku tlah di alam lain&hellip;.<br /> Satu pintaku padamu&hellip;<br /> Tolong do&rsquo;akan aku&hellip;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifti.blogsome.com/2006/05/12/surat-tuk-sahabatku/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Selingkuh</title>
		<link>http://rifti.blogsome.com/2006/05/09/selingkuh/</link>
		<comments>http://rifti.blogsome.com/2006/05/09/selingkuh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 May 2006 03:19:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifti</dc:creator>
		
	<category>free talk</category>
		<guid>http://rifti.blogsome.com/2006/05/09/selingkuh/</guid>
		<description><![CDATA[	Kejam diri ini Telah membiarkan Surat cinta-Mu berdebu Tega benar hatiku Menutup telinga Saat diri-Mu memanggilku
	 Diriku justru terlena Dengan kemolekan dunia Mencintai sesuatu yang Engkau benci dan Membenci sesuatu yang kau sukai
	 Hatiku telah jatuh Kedalam pelukan bidadari kelam Memeluk erat jasad hina hingga hilang kemuliaan
	 Diriku telah berselingkuh Dengan kekasih kekasih yang lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Kejam diri ini<br /> Telah membiarkan<br /> Surat cinta-Mu berdebu<br /> Tega benar hatiku<br /> Menutup telinga<br /> Saat diri-Mu memanggilku</p>
	<p> Diriku justru terlena<br /> Dengan kemolekan dunia<br /> Mencintai sesuatu yang Engkau benci<br /> dan Membenci sesuatu yang kau sukai</p>
	<p> Hatiku telah jatuh<br /> Kedalam pelukan bidadari kelam<br /> Memeluk erat jasad hina<br /> hingga hilang kemuliaan</p>
	<p> Diriku telah berselingkuh<br /> Dengan kekasih kekasih yang lain<br /> Diriku telah berselingkuh<br /> Dengan cinta cinta semu<br /> Diriku telah berselingkuh<br /> Dengan pengorbanan-pengorbanan hampa<br /> Diriku telah berselingkuh<br /> Menjauhi-Mu yang selalu mengejarku</p>
	<p> Walaupun begitu&#8230;.<br /> Mengapa Engkau masih mencintaiku ?<br /> Mengapa Engkau masih menyayangiku ?<br /> Mengapa Engkau masih memberi kesempatan kepadaku ?</p>
	<p> Sehina inikah diriku<br /> Yang telah berhianat<br /> Atas ketulusan cinta-Mu ??<br /> Kekasihku&#8230; Maafkan aku</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifti.blogsome.com/2006/05/09/selingkuh/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Beda Suka, Cinta dan Sayang</title>
		<link>http://rifti.blogsome.com/2006/05/08/beda-suka-cinta-dan-sayang/</link>
		<comments>http://rifti.blogsome.com/2006/05/08/beda-suka-cinta-dan-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 May 2006 06:26:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifti</dc:creator>
		
	<category>free talk</category>
		<guid>http://rifti.blogsome.com/2006/05/08/beda-suka-cinta-dan-sayang/</guid>
		<description><![CDATA[	&quot;Aku menyayangimu&quot;&nbsp;  
	Beda Suka, Cinta dan Sayang  
	Dihadapan orang yang kau cintai, musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah  
	Dihadapan orang yang kau sukai, musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit  
	Dihadapan orang yang kau cintai, jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat 
	Dihadapan orang yang kau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><em>&quot;Aku menyayangimu&quot;&nbsp; </em> </p>
	<p><strong>Beda Suka, Cinta dan Sayang</strong>  </p>
	<p>Dihadapan orang yang kau cintai, musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah  </p>
	<p>Dihadapan orang yang kau sukai, musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit  </p>
	<p>Dihadapan orang yang kau cintai, jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat </p>
	<p>Dihadapan orang yang kau sukai, kau hanya merasa senang dan gembira saja  </p>
	<p>Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai, matamu berkaca-kaca Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai, engkau hanya tersenyum saja  </p>
	<p>Dihadapan orang yang kau cintai, kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam </p>
	<p>Dihadapan orang yang kau sukai, kata kata hanya keluar dari pikiran saja  </p>
	<p>Jika orang yang kau cintai menangis, engkaupun akan ikut menangis disisinya </p>
	<p>Jika orang yang kau sukai menangis, engkau hanya menghibur saja  Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga </p>
	<p>Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. </p>
	<p>Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.</p>
	<p>  &quot;Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta&#8230; ada perasaan yang lebih mendalam. Yaitu rasa sayang&#8230;. rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah. Perasaan yang dapat membuat mu berkorban untuk orang yang kamu sayangi. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.  </p>
	<p>Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia&#8230; walaupun harus kehilangan.&quot;</p>
	<p>&nbsp;</p>
	<p><em>take from email someone Wed, 28 Apr 2004</em></p>
	<p><em>only hope better for u</em>&nbsp;</p>
	<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifti.blogsome.com/2006/05/08/beda-suka-cinta-dan-sayang/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Sinar Cahaya Ayat Kursi</title>
		<link>http://rifti.blogsome.com/2006/05/03/sinar-cahaya-ayat-kursi/</link>
		<comments>http://rifti.blogsome.com/2006/05/03/sinar-cahaya-ayat-kursi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 May 2006 01:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifti</dc:creator>
		
	<category>Keluarga</category>
		<guid>http://rifti.blogsome.com/2006/05/03/sinar-cahaya-ayat-kursi/</guid>
		<description><![CDATA[	Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal seekor syaitan yg duduk diatas pintu rumah. Tugasnya ialah utk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan isteri di rumah dan keraguan dihati isteri terhadap kejujuran suami di luar rumah. Sebab itulah Rasulullah tidak akan masuk rumah sehinggalah Baginda mendengar jawaban salam daripada isterinya. Disaat itu syaitan akan lari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal seekor syaitan yg duduk diatas pintu rumah. Tugasnya ialah utk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan isteri di rumah dan keraguan dihati isteri terhadap kejujuran suami di luar rumah. Sebab itulah Rasulullah tidak akan masuk rumah sehinggalah Baginda mendengar jawaban salam daripada isterinya. Disaat itu syaitan akan lari bersama-sama dengan salam itu. Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis: </p>
	<p>1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya , Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh. </p>
	<p>2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dlm lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain. </p>
	<p>3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang,tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya dan ahli rumah-rumah disekitarnya. </p>
	<p>4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap2 sembahyang fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yg bersyukur,setiap perbuatan orang yg benar,pahala nabi2 serta Allah melimpahkan padanya rahmat. </p>
	<p>5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya. </p>
	<p>6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid. </p>
	<p>7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya. </p>
	<p>Dari Abdullah bin &#8216;Amr r.a., Rasulullah S.A.W. bersabda,Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat&#8230;&quot; Wassalam, &quot;Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk Dunia Mu, Utamakan SHOLAT dan ZAKAT untuk Akhirat Mu&quot; </p>
	<p>Subhanallah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifti.blogsome.com/2006/05/03/sinar-cahaya-ayat-kursi/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Istriku-Untuk Suamiku, Deretan Kata Untuk Sang Pengantin</title>
		<link>http://rifti.blogsome.com/2006/04/26/untuk-istriku-untuk-suamiku-deretan-kata-untuk-sang-pengantin/</link>
		<comments>http://rifti.blogsome.com/2006/04/26/untuk-istriku-untuk-suamiku-deretan-kata-untuk-sang-pengantin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Apr 2006 09:39:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifti</dc:creator>
		
	<category>Keluarga</category>
		<guid>http://rifti.blogsome.com/2006/04/26/untuk-istriku-untuk-suamiku-deretan-kata-untuk-sang-pengantin/</guid>
		<description><![CDATA[	Untuk Istriku
	  
	Pernikahan atau perkawinan Membuka tabir rahasia Suami yang menikahi kamu Tidaklah semulia Muhammad SAW Tidaklah setaqwa Ibrahim AS Pun tidak setabah Ayyub As Ataupun segagah Musa AS Apalagi setampan Yusuf AS
	  
	Justru suamimu hanyalah pria akhir zama Yang punya cita-cita Membangun keturunan yang sholeh&hellip;
	  
	Pernikahan atau perkawinan Mengajar kita kewajiban [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left">Untuk Istriku</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left">Pernikahan atau perkawinan<br /> Membuka tabir rahasia<br /> Suami yang menikahi kamu<br /> Tidaklah semulia Muhammad SAW<br /> Tidaklah setaqwa Ibrahim AS<br /> Pun tidak setabah Ayyub As<br /> Ataupun segagah Musa AS<br /> Apalagi setampan Yusuf AS</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left">Justru suamimu hanyalah pria akhir zama<br /> Yang punya cita-cita<br /> Membangun keturunan yang sholeh&hellip;</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left">Pernikahan atau perkawinan<br /> Mengajar kita kewajiban bersama<br /> Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya<br /> Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya<br /> Suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya<br /> Saat suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya<br /> Seketika suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya<br /> Seandainya suami masinis yang lancang<br /> Sabarlah memperingatkannya</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left">Pernikahan atau perkawinan<br /> Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa<br /> Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah SWt<br /> Karena memiliki suami yang tidak segagah mana<br /> Justru kamu akan tersentak dari alpa<br /> Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna didalam menjaga<br /> Pun bukan Hajar, yang begitu setia dalam sengsara<br /> Cuma wanita akhir zaman<br /> Yang berusaha menjadi solehah<br /> Amin&hellip;</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left">Untuk suamiku</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left">Pernikahan atau perkawinan<br /> Menyingkap tabir rahasia<br /> Istri yang kamu nikahi<br /> Tidaklah semulia Khadijah<br /> Tidaklah setaqwa Aisyah<br /> Pun tidak setabah Fatimah<br /> Apalagi secantik Zulaikha</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left">Justru istrimu hnayalah wanita akhir zaman<br /> Yang punya cita-cita<br /> Menjadi sholehah&hellip;</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left">Pernikahan atau perkawinan<br /> Mengajar kita kewajiban bersama<br /> Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya<br /> Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya<br /> Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya<br /> Istri adalah murid, kamu mursyidnya<br /> Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya<br /> Saat istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya<br /> Seketika istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya<br /> Seandainya istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya</p>
	<div align="left">  </div>
	<p align="left">Pernikahan atau perkawinan<br /> Mengisyafkan kita perlunya iman dan taqwa<br /> Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah SWT<br /> Karena memiliki istri yang tidak sehebat mana<br /> Justru&hellip;<br /> Kamu akan tersentak dari alpa<br /> Kamu bukanlah Rasulullah<br /> Pun bukan pula sayyidina Ali<br /> Karamallahuwajhah<br /> Cuma suami akhir zaman<br /> Yang berusaha menjadi soleh<br /> Amin&hellip;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifti.blogsome.com/2006/04/26/untuk-istriku-untuk-suamiku-deretan-kata-untuk-sang-pengantin/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Andaikata Rasulullah Menjadi Tamu Kita</title>
		<link>http://rifti.blogsome.com/2006/04/26/andaikata-rasulullah-menjadi-tamu-kita/</link>
		<comments>http://rifti.blogsome.com/2006/04/26/andaikata-rasulullah-menjadi-tamu-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Apr 2006 09:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifti</dc:creator>
		
	<category>free talk</category>
		<guid>http://rifti.blogsome.com/2006/04/26/andaikata-rasulullah-menjadi-tamu-kita/</guid>
		<description><![CDATA[	Bayangkan apabila Rasulullah dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita. Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita, Apa yang akan kita lakukan? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="left">Bayangkan apabila Rasulullah dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita. Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita, Apa yang akan kita lakukan? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah sudi menginap beberapa hari di rumah kita. Beliau tentu tersenyum&#8230;&#8230;.. Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam. Beliau tentu tetap tersenyum&#8230;&#8230;..<a id="more-32"></a> Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa. Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu. Beliau tentu tersenyum&#8230;&#8230;. Bagaimana bila kemudian Rasulullah bersedia menginap di rumah kita? Barangkali kita teringat bahwa kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal Shalawat kepada Rasulullah SAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai mempelajarinya. Beliau tentu tersenyum&#8230;&#8230;.. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Indonesian Idols atau AFI. Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang shalat. Atau barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah. Beliau tentu tersenyum&#8230;&#8230;.. Belum lagi koleksi buku-buku kita. Belum lagi koleksi kaset kita. Belum lagi koleksi karaoke kita. Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita? Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun adzan berbunyi. Beliau tentu tersenyum&#8230;&#8230;.. Barangkali kita menjadi malu karena pada saat Maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan shalat sunnah. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al-Qur&#8217;an. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita. Beliau tentu tersenyum&#8230;&#8230;. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita. Betapa senyum beliau masih ada di situ&#8230;&#8230;.. Bayangkan apabila Rasulullah tiba-tiba muncul di depan rumah kita. Apa yang akan kita lakukan? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita? Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu. Maafkan kami ya Rasulullah&#8230;&#8230;&#8230; Masihkah beliau tersenyum? Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir&#8230;&#8230;.. Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah&#8230;&#8230;.. Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup merupakan suatu kombinasi kebahagiaan. Jangan jadikan Penghalang sebagai hambatan, tetapi jadikan sebagai pendorong aktifitas. Siapa yang mendiamkan saja kejahatan merajalela, dia itu membantu kejahatan! Sehalus-halusnya musibah adalah ketika kedekatan kita denganNya perlahan-lahan terenggut dan itu biasanya ditandai dengan menurunnya kualitas ibadah</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifti.blogsome.com/2006/04/26/andaikata-rasulullah-menjadi-tamu-kita/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia Huruf Al Quran</title>
		<link>http://rifti.blogsome.com/2006/04/25/rahasia-huruf-al-quran/</link>
		<comments>http://rifti.blogsome.com/2006/04/25/rahasia-huruf-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Apr 2006 09:29:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifti</dc:creator>
		
	<category>free talk</category>
		<guid>http://rifti.blogsome.com/2006/04/25/rahasia-huruf-al-quran/</guid>
		<description><![CDATA[	









Rahasia huruf yang terkandung dalam Alquran, secara tegas Rasulullah tidak pernah menjelaskan rahasia ini. Hanya saja beliau mengisyaratkan bahwa di dalam Alquran itu jika diringkas, inti Alquran itu adanya dalam surat Al Fatihah sehingga disebut ummul qur&#8217;an, &#8230; kemudian oleh ulama sufi di kembangkan menjadi suatu ilmu dalam mencari hakikat huruf atau firman &hellip;.
	Mungkin cara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="center">
<div align="center">
<div align="center">
<div align="center">
<div align="center">
<div align="center">
<div align="center">
<div align="center">
<div align="center">
<div align="center">
<p align="left"><font color="#000000">Rahasia huruf yang terkandung dalam Alquran, secara tegas Rasulullah tidak pernah menjelaskan rahasia ini. Hanya saja beliau mengisyaratkan bahwa di dalam Alquran itu jika diringkas, inti Alquran itu adanya dalam surat Al Fatihah sehingga disebut ummul qur&#8217;an, &#8230; kemudian oleh ulama sufi di kembangkan menjadi suatu ilmu dalam mencari hakikat huruf atau firman &hellip;.</font></p>
	<p align="left"><font color="#000000">Mungkin cara yang ditempuh oleh para guru-guru sufi sering kali membuat bingung pengamat, sehingga mereka dianggap orang yang mengada-ada dalam beragama. Sebenarnya tidaklah demikian, &#8230; saya sendiri bukanlah penganut faham ajaran para sufi tentang rahasia huruf yang mereka kemukakan. Akan tetapi saya hanyalah orang yang mencoba mengerti methode yang di sampaikan sebagai pendekatan ilmu, &#8230; agar sang murid mudah memahami dalam arti hakikat. Bagi saya hal itu sah saja, karena di dalam memberikan pengertian arti tersembunyi sangatlah sulit, sehingga mereka mempunyai cara yang indah untuk memudahkan dalam memberikan arti rahasia ketuhanan dengan sederhana. Hal ini saya ungkapkan agar para pengamat tidaklah mencurigai ajaran para sufi ini.</font></p>
	<p align="left"><font color="#000000">Mari kita fahami rahasia huruf ini dengan pengertian kita sekarang&hellip;<a id="more-31"></a>;.</font></p>
	<p align="left"><font color="#000000">Huruf adalah sebuah rumus yang pada mulanya tidak memiliki arti apa-apa, &#8230; kemudian tersusun menjadi sebuah kata dan susunan kata menjadi sebuah kalimat dari kalimat terkandung sebuah pengertian, &#8230; dan pengertian itu bukanlah sebuah kalimat !!</font></p>
	<p align="left"><font color="#000000">Kalau kita perhatikan sebelum ada kesepakatan manusia mengenai rumusan huruf, huruf adalah sebuah artikulasi yang timbul dari dorongan udara yang terhalang oleh pita suara pada tenggorokan, sehingga menghasilkan bunyi &hellip; kata ADUH !! AU !! bukan sebuah kalimat tetapi mengandung sebuah pengertian menunjukkan rasa sakit atau terkejut. </font></p>
	<p align="left"><font color="#000000">Seandainya rumus-rumus itu tidak ada maka huruf, kata, kalimat pun tidak ada, &#8230; akan tetapi walaupun rumus-rumus huruf tidak ada, namun hakikat pengertian dalam diri manusia tetap ada. Anda akan menemukan bahasa yang sama pada diri manusia seluruh dunia yaitu bahasa jiwa, yang tidak berhuruf, tidak bersuara, tidak bergambar. Maka benarlah jika demikian bahwa Alqur&#8217;an itu awalnya adalah bahasa wahyu (bahasa Allah) laa shautun wala harfun tidak berupa suara dan bukan berupa huruf yang di-translate kedalam bahasa manusia yaitu bahasa Arab !! Pada saat itu Rasulullah hanya mengerti dengan jelas apa yang telah turun kedalam jiwanya. Bahasa Allah itu berupa ilham / wahyu, menurut kamus bahasa Arab dalam Munzid, ilham itu berarti memasukkan pengertian kedalam jiwa orang itu dengan cepat. Dikehendaki dengan cepat, ialah dituangkan sesuatu pengetahuan-pengetahuan ke dalam jiwa dalam sekaligus dengan tidak lebih dahulu timbul fikiran dan muqadimat-muqadimatnya, &#8230; seperti binatang lebah, ketika menerima wahyu dari Allah, binatang itu tidak mengenal huruf, akan tetapi mereka mampu menangkap ajaran Allah ketika Allah menginstruksi-kan membuat rumah-rumahnya yang indah dan tersusun rapi dan cerdas !</p>
	<p> Pengertian itu tidak terdiri dari rangkaian huruf atau suara. seperti perasaan CINTA dan Perasaan RINDU dan perasaan ini tidak ada tertulis huruf C-I-N-T-A, &#8230; walaupun anda tidak menggunakan rangkaian huruf dan suara mengapa anda memahami rindu dan cinta itu, &#8230; akhirnya anda menterjemahkan kedalam bahasa manusia menjadi aku rindu, aku cinta &hellip;. Keadaan ini sangat jelas dan tidak bisa bercampur dengan perasaan lainnya. Cinta itu sangat jelas tempatnya bahkan anda mampu menceritakan dengan bahasa yang lugas. Inilah rahasia firman Allah yang akan diungkapkan oleh ulama sufi dalam bahasa yang indah dan dimengerti oleh murid-muridnya. </font></p>
	<p align="left"><font color="#000000">Selanjutnya setelah anda mengerti akan uraian saya diatas maka marilah kita membahas maksud pertanyaan saudara mengenai rahasia huruf dalam Alqur&#8217;an.</font></p>
	<p align="left"><font color="#000000">Alquran mengandung 6666 ayat, terhimpun dalam AL FATIHAH dan Al fatihah pula terhimpun dalam BISMILLAHIRRAHMAN NIRRAHIM dan bismillahirrahman nirrahim terhimpun dalam Alif, sedangkan ALIF terhimpun dalam BA&#8217; dan pada Ba&#8217; terhimpun pada titiknya. Pada titik inilah awal mula semua kejadian bentuk huruf&hellip;.</font></p>
	<p align="left"><font color="#000000">Hampir mudah sekarang kita memahami maksud rumusan diatas, karena kita tahu bahwa Al qur&#8217;an itu adalah firman Allah mengandung seluruh perintah dan larangannya, tata hukum dan sejarah bangsa-bangsa manusia, &#8230; pada seluruh rangkaian firman sebanyak 30 juz itu ternyata terangkum dalam ummul qur&#8217;an (Al fatihah).</font></p>
	<p align="left"><font color="#000000">Pada                                    ummul qur&#8217;an menyimpulkan inti ajaran Alquran                                    :<br /> Tentang masalah ketuhanan yaitu sifat af&#8217;al dan Dzat Allah&hellip;Dialah Allah yang memiliki sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang Tidak ada yang berhak menyandang pujian kecuali Dia Dia lah tempat segalanya bergantung Karena Dia adalah penguasa alam semesta Kepada-Nya manusia memohon pertolongan dan petunjuk Demikianlah kesimpulan maksud ummul Qur&#8217;an, yaitu berserah dan menerima Allah serta bersandar kepada yang Maha menguasai alam dan diri manusia.</font></p>
	<p align="left"><font color="#000000">Berarti dari rangkaian ayat-ayat dalam Al fatihah adalah tertumpu pada huruf ba&#8217; (dalam tata bahasa Arab sebagai ba&#8217; sababiyah), artinya semua yang ada berasal dari huruf ba&#8217; dengan sebab ismi (nama). Kalau di pisah bi- ismi- Allah (bismillah) semua yang ada karena sebab adanya Asma, pada Asma terdapat yang memiliki Asma yaitu Dzat, ini terangkum dalam arti titik, karena titik baru bersifat Kun (jadilah) maka terjadilah segala sesuatu. Karena kun-Nya yang dilambangkan dengan titik, merupakan asal dari segala coretan huruf berasal dari titik-titik yang beraturan menjadi garis, garis menjadi bentuk atau wujud. Sedangkan dzat tidak berupa titik karena titik masih merupakan sifat dari pada DZAT !! artinya Kun Allah bukanlah DZAT, karena Kun (kalam / wahyu) adalah sifat dari pada Dzat, bukan Dzat itu sendiri, &#8230; sehingga arti titik adalah akhir dari segala ciptaan, pada titik ini terkandung ide-ide yang akan tergores suatu bentuk dan pada wilayah inilah yang dimaksud para kaum sufi sebagai Nur Muhammad (cahaya terpuji), karena segala sesuatu akan memuja dan mengikuti kehendak Dzat, dan Dzat berkata melalui Kun-Nya, maka jadilah semuanya. Hal ini juga terurai dalam filsafat yang menunjukkan arti hidup, diurai dalam makna yang berbeda, akan tetapi mempunyai kandungan pengertian yang hampir mirip dengan uraian saya diatas.</font></p>
                                </div>
	<blockquote><div align="left"><font color="#000000">Seorang guru besar mengajarkan kepada anaknya hal berikut :</p>
	<p>                                    Ambilkan aku buah pohon itu disana itu<br />                                    Sang murid menjawab, Ini dia yang mulia &hellip;.<br />                                    Belah dua-lah itu.<br />                                    Sudah terbelah, yang mulia<br />                                    Apakah yang kamu lihat ?<br />                                    Saya melihat biji yang amat kecil<br />                                    Belah dua-lah salah satu dari padanya<br />                                    Dia sudah terbelah, yang mulia<br />                                    Apakah yang kamu lihat didalamnya ?<br />                                    Tidak ada sesuatu apapun, yang mulia</p>
	<p>                                    </font></div>
	<div align="left"><font color="#000000">Sang                                    guru berkata :</p>
	<p>                                    Yang halus ialah unsur hidup<br />                                    Yang tak tampak olehmu<br />                                    Dari yang halus itulah sebenar yang ada<br />                                    Yang dari padanya sekalian ini terjadi<br />                                    Itulah hakikat yang sejati,<br />                                    Itulah hidup<br />                                    Itulah kamu &hellip;&hellip;</font></div></blockquote>
	<div align="center">
<p align="left"><font color="#000000">Dari sebuah biji, terangkum ide-ide yang akan terjadi, &#8230; nanti akan ada sebuah akar yang menjulur, daun-daun yang hijau, batang yang kokoh serta buahnya yang ranum. Dan itu terangkum dalam sesuatu yang tak terlihat, yaitu hakikat hidup </font></p>
	<p align="left"><font color="#000000">Syekh An Nafiri menguraikan masalah huruf ini dalam kitab Raaitullah (Aku telah Melihat Allah). Beliau dalam pembahasan masalah hakikat juga menggunakan &#8216;huruf&#8217; sebagai lambang segala sesuatu tercipta untuk mengungkapkan bahwa dzat itu bukanlah sebuah apa yang bisa digambarkan, sebab segala sesuatu yang masih bisa digambarkan disebut dengan huruf.</font></p>
	<p align="left"><font color="#000000">Huruf dirangkai menjadi perkataan, dari perkataan menjadi pendapatan, pendapatan bersama dengan perkataan akan menjadikan bilangan. Pendapatan disatukan dengan bilangan perkataan, dan bilangan perkataaan disatukan dengan bilangan pendapatan menimbulkan kekuatan magis, dan atas dasar hukum peringatan hal yang demikian adalah masuk dalam kekufuran. Hukum bilangan kata adalah hukum bantah-membantah (sengketa) yang satu berlawanan dengan yang lain, hal mana membawa kepada kepiluan dan kecemasan, hal yang demikian adalah kemustahilan belaka dan menjadikan ketegangan dan keguncangan.</font></p>
	<p align="left"><font color="#000000">Asma (nama-nama) dan sifat-sifat dan Af&#8217;al (perbuatan-perbuatan) adalah hijab belaka atas Dzat ilahiat. Karena sesungguhnya Dzat ilahiat itu tidak dapat menerima pembatas. Dzat ilahiyat itu berada pada tingkat ketinggian, sedangkan pelepasan (penanggalan tajrid) dan Asma dan Ilahiyat adalah urut-urutan yang menurun. Asma dengan Dzat Asmanya berdiri tanpa perbuatan, Asma dapat berbuat hanya dikarenakan Dzat Allah semata&hellip;dan sesungguhnya persoalannya berkisar bagaikan perkakas dan alat-alat dan huruf di dalam surga adalah merupakan alat-alat dan perkakas&hellip;..</font></p>
	<p align="left"><font color="#000000">Kesimpulan                                    dari semua keterangan diatas adalah:<br /> Para sufi ingin memudahkan dalam pencaharian Tuhannya melalui firman dan ciptaannya&hellip;.<br />                                    Secara berurutan terurai sebagai berikut &hellip;<br /> Alam adalah firman Allah yang tak tertulis (ayat-ayat kauniyah), dan <br />                                    Alqur&#8217;an adalah ayat-ayat kauliyah &hellip;<br />                                    Semua alam semesta tergelar atas Asma Allah                                    (bismillah)<br />                                    Asma terkandung kehendak &hellip;<br />                                    Kehendak terkandung dalam sifat&hellip;<br />                                    Sifat terkandung dalam Af&#8217;al<br />                                    Af&#8217;al terkandung pada Dzat <br /> Semua itu adalah hijab, karena asma, sifat, af&#8217;al bukanlah dzat itu sendiri &hellip; itulah yang dimaksud para sufi bahwa segala yang tergambarkan adalah HURUF, dan merupakan hijab, &#8230; dan Dzat berada dibalik TITIK &hellip; dzat tidak bisa digambarkan oleh sesuatu, &#8230; untuk mengetahui Dzat Allah harus menyingkirkan huruf dan titik, karena itu adalah hijab !!</font></p>
	<p align="left"><font color="#000000">Demikian                                    semoga Allah membuka hati kita amin</font></p>
                                </div>
                                                            </div>
                             </div>
                         </div>
                       </div>
                     </div>
                   </div>
                 </div>
               </div>
             </div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifti.blogsome.com/2006/04/25/rahasia-huruf-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Kehendak - 1</title>
		<link>http://rifti.blogsome.com/2006/04/21/tentang-kehendak-1/</link>
		<comments>http://rifti.blogsome.com/2006/04/21/tentang-kehendak-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Apr 2006 02:22:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifti</dc:creator>
		
	<category>Ruhiyah</category>
	<category>Dakwah</category>
		<guid>http://rifti.blogsome.com/2006/04/21/tentang-kehendak-1/</guid>
		<description><![CDATA[	Assalamualaykum,&nbsp;
	o&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Apakah manusia memiliki kehendak?, atau semua berjalan sesuai kehendakNya?. Jika&nbsp; manusia bisa berkehendak, bukankah berarti ada dua otoritas besar di&nbsp; alam ?. Apakah tidak berarti bahwa sebenarnya ada banyak Dzat ?.
	o&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Satu&nbsp; lagi, mengapa Alloh begitu dahsyat siksanya ? padahal filosof barat&nbsp; menyebutkan bahwa dzat (forma) tertinggi&nbsp; adalah kebaikan ?. Jadi&nbsp; bagaimana jika masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p class="MsoNormal">Assalamualaykum,&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">o&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>Apakah manusia memiliki kehendak?, atau semua berjalan sesuai kehendakNya?. </em><em>Jika&nbsp; manusia bisa berkehendak, bukankah berarti ada dua otoritas besar di&nbsp; alam ?. Apakah tidak berarti bahwa sebenarnya ada banyak Dzat ?.</em></p>
	<p class="MsoNormal">o&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>Satu&nbsp; lagi, mengapa Alloh begitu dahsyat siksanya ? padahal filosof barat&nbsp; menyebutkan bahwa dzat (forma) tertinggi&nbsp; adalah kebaikan ?. Jadi&nbsp; bagaimana jika masih ada dzat yang baik dan dzat yang kejam siksanya ?</em></p>
    <br /> <br />
<div align="left"> </div>
 Sebenarnya Allah sudah meletakkan Kehendak-Nya di hadapan setiap orang. Di depan kita masing-masing, sudah ada ruangan yang berisikan berbagai kehendak Tuhan dan berikut pula dengan realitas masing-masing dari kehendak tersebut. Hubungan antara kehendak dan realitasnya itu sangatlah pasti dan tidak akan pernah berubah sepanjang zaman. Inilah yang disebut orang sebagai Hukum Tuhan, <em>Sunatullah</em>, yang oleh orang yang tidak sadar kepada Tuhan akan disebutnya hanya sebagai hukum alam biasa.<br />
<div align="left">   </div>
 &nbsp;<br />
<div align="left">   </div>
 Padahal semua kejadian apapun juga, tidak lain dan tidak bukan adalah karena adanya Dzat Yang Memiliki <em>KUN</em> (Kehendak) lalu <em>FA YAKUN</em>&hellip;!. Ada sebuah Kehendak dari Sang Maha Berkendak yang mengalir menyapa setiap objek tempat Dia meletakkan berkehendak-Nya, maka lalu terjadilah proses yang tak tertahankan untuk mewujudkan Kehendak itu.<br />
<div align="left">   </div>
 &nbsp;<br />
<div align="left">   </div>
 Lalu bagaimana hubungan antara kehendak manusia dan kehendak Tuhan&hellip;?. Apakah kita manusia ini memang punya kehendak atau tidak&hellip;?. Mari kita bahas.<br />
<div align="left">   </div>
 &nbsp;<br />
<div align="left">   </div>
 Dalam artikel-artikel yang lalu saya sudah sering bahas, bahwa DADA manusia adalah Rumah Allah (<em>Baitul Haram</em>) tempat dimana Allah meletakkan berbagai Kehendak-Nya untuk &ldquo;membentuk&rdquo; peradaban manusia. Dada kita ini adalah sebuah alat yang diberikan Allah buat kita agar kita bisa menangkap berbagai Sabda Tuhan yang membentuk &ldquo;ruangan-ruangan&rdquo; yang memang sudah ditebarkan Allah disetiap titik yang ada dialam semesta ini. Persis &ldquo;di depan&rdquo; wajah kita masing-masing, sebenarnya sudah ada ruangan-ruangan yang disediakan Allah untuk kita masuki, atau lebih tepatnya kita didorong oleh Allah sendiri untuk memasukinya.<br />
<div align="left">   </div>
 &nbsp;<br />
<div align="left">   </div>
 Di depan kita masing-masing, sudah ada Ruangan TAQWA berikut dengan segala turunannya, paling tidak, seperti ada ruangan ihsan, khusyuk, iman, ihklas, sabar, syukur, kasih, sayang, cinta. Tepat bersebarangan dengan ruangan taqwa itu ada Ruangan FUJUR berikut dengan segala variannya pula, seperti munafik, kafir (ter-<em>cover</em>), ria, gelisah, tidak khusyu, iri, dengki, marah, benci, dan sebagainya. Untuk mengetahui adanya ruangan-ruangan didepan kita, maka kita akan butuh alat yang tepat pula.<br />
<div align="left">   </div>
 &nbsp;<br />
<div align="left">   </div>
 Ini tak ubahnya dengan peristiwa adanya daya-daya magnet yang ada di depan kita. Untuk mengetahui adanya medan magnet tersebut, maka kita akan butuh alat yang tepat untuk mencitranya, yaitu sebuah kompas. Dengan kompas, maka kita akan diperlihatkan bahwa di depan kita yang tadinya &ldquo;seperti&rdquo; tidak ada apa-apanya ternyata ada medan magnet. Mana&hellip;?. Tuh&hellip;!!!. Kita bisa mengetahui adanya medan magnet dengan adanya jarum kompas yang menunjukkan arah utara dan selatan. Makanya kompas dikatakan juga sebagai ayat, tanda-tanda akan adanya medan magnet. Akan tetapi kompas itu sendiri bukanlah magnet. Karena kompas itu hanyalah sebuah &ldquo;benda&rdquo; yang semata-mata berada dalam pengaruh medan magnet yang meliputinya dan kompas itupun akan selalu ikut apapun maunya medan magnet tersebut.<br />
<div align="left">   </div>
 &nbsp;<br />
<div align="left">   </div>
 Akan tetapi akan menjadi lain, jika kita menggunakan alat yang tidak tepat untuk mengetahui keberadaan medan magnet tersebut. Jika yang kita gunakan adalah sepotong kayu, maka kita disebut sebagai orang yang salah dan tersesat dalam memakai alat bantu dari yang seharusnya. Dan sampai kapanpun kita tidak akan pernah menemukan medan magnet yang kita cari-cari tersebut.<br />
<div align="left">   </div>
 &nbsp;<br /> <br />
<div align="left">  Nah.., untuk mengetahui adanya suasana Ruangan TAQWA atau Ruangan FUJUR di depan kita, maka kita juga butuh alat yang tepat pula. Dan untuk keperluan tersebut, setiap manusia ternyata sudah dilengkapi oleh Allah dengan alat yang sangat sempurna. Alat itu adalah DADA kita, Baitul Haram. Ya&hellip;, hanya dengan dadalah kita baru akan bisa menangkap &ldquo;<em>Khattar</em>&rdquo; (getaran) ruangan taqwa dan fujur yang ada di depan kita masing-masing. Tidak bisa tidak. Makanya tatkala kita ingin memahami realitas taqwa dan fujur dengan menggunakan OTAK kita, maka yang kita temukan hanyalah orang-orang yang ahli tentang definisi taqwa dan fujur, <strong><em>taqwarologi, fujurologi</em></strong>. Jadi saat kita memakai otak kita untuk memahami suasana ruangan taqwa dan fujur itu, maka boleh jadi kita akan dikatakan sebagai orang yang tersesat juga. Suasana kok mau didefinsikan&hellip;</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifti.blogsome.com/2006/04/21/tentang-kehendak-1/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia Di Balik Materi</title>
		<link>http://rifti.blogsome.com/2006/04/17/rahasia-di-balik-materi/</link>
		<comments>http://rifti.blogsome.com/2006/04/17/rahasia-di-balik-materi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Apr 2006 09:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rifti</dc:creator>
		
	<category>Ruhiyah</category>
		<guid>http://rifti.blogsome.com/2006/04/17/rahasia-di-balik-materi/</guid>
		<description><![CDATA[	&ldquo;Apa yang kita lihat dan kita rasakan adalah semu dan hanya pantulan dari keindahan Allah swt&rdquo;. (seorang imam besar pada jamannya)
	&ldquo;Sesungguhnya Allah swt tergantung dari prasangka kita&rdquo;
	&nbsp;
	Proses Penglihatan
	Saat kita melihat sebuah benda maka cahaya dari benda tersebut ditangkap oleh mata kita dan diubah menjadi gelombang listrik yang kemudian diterjemahkan oleh otak menjadi sebuah gambar di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p class="MsoNormal"><em>&ldquo;Apa yang kita lihat dan kita rasakan adalah semu dan hanya pantulan dari keindahan Allah swt&rdquo;. </em>(seorang imam besar pada jamannya)</p>
	<p class="MsoNormal"><em>&ldquo;Sesungguhnya Allah swt tergantung dari prasangka kita&rdquo;</em></p>
	<p class="MsoNormal"><strong>&nbsp;</strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong>Proses Penglihatan</strong></p>
	<p class="MsoNormal">Saat kita melihat sebuah benda maka cahaya dari benda tersebut ditangkap oleh mata kita dan diubah menjadi gelombang listrik yang kemudian diterjemahkan oleh otak menjadi sebuah gambar di dalam otak kita. Jadi proses tampaknya sebuah benda atau materi oleh kita adalah melalui gelombang listrik yang ada di dalam otak kita. Proses ini terjadi juga pada semua panca indra kita. Yaitu pendengaran, perasa (lidah), peraba (kulit) dan penciuman (hidung) sehingga kita mampu untuk menidentifikasi sesuatu yang berada diluar kita. </p>
	<p class="MsoNormal">Ada pertanyaan menarik disini, bagaimana jadinya kalau kita bisa memanipulasi gelombang listrik sebelum sampai ke otak? Kita bayangkan kalau gelombang listrik yang sampai ke otak bukan dari mata kita atau panca indera lainnya tetapi berasal dari sebuah komputer. Komputer yang mengalirkan data (gelombang listrik) tentang sebuah benda atau kejadian, maka otak kita akan merespon data tersebut sebagai benda nyata seperti yang kita saksikan melalui mata kita. Dengan kata lain selama ini yang kita lihat dan kita rasa hanya dalam bentuk gelombang-gelombang listrik yang diterima oleh otak kita.</p>
	<p class="MsoNormal">Hal yang paling penting disini adalah ketika kita bisa melihat otak kita. Katakanlah kepala Anda sedikit dibuka kemudian anda melihatnya melalui cermin, ini berarti bahwa otak kita juga sebuah benda seperti benda-benda lainnya yang kita lihat sehari-hari atau dengan kata lain semua yang kita lihat adalah ilusi termasuk otak kita.<a id="more-29"></a> </p>
	<p class="MsoNormal">Lalu apakah atau siapakah sebenarnya yang sedang menyaksikan atau merasakan sesuatu dari luar diri kita melalui otak kita? Jawabannya adalah Ruh kita. Jadi sesungguhnya apa yang kita rasakan atau lihat adalah sesuatu yang tidak nyata seperti yang kita sangka selama ini. Dan ini bisa dibuktikan dengan ilmu pengetahuan sekarang ini.</p>
	<p class="MsoNormal">Mungkin kita bertanya kenapa kita bisa merasakan semua yang ada di dunia ini seperti melihat, menyentuh, mencium dan sebagainya. Jika kita sedang bermimpi, maka kita juga bisa merasakan senang, sakit dan sebagainya seolah-olah bukan dalam dunia mimpi. Hal seperti itulah yang sebenarnya yang sedang dialami ruh kita.</p>
	<p class="MsoNormal">Kalau kita lihat kearah bintang-bintang di langit biasanya akan muncul pertanyaan, mampukah kita menentukan batas akhir dari langit tersebut? Yang menurut perhitungan para ilmuwan masing-masing bintang itu bisa berjarak ratusan juta tahun cahaya, sedangkan satu tahun cahaya berkisar 10 trilyun km. Jumlah bintang-bintang pun tak terhitung jumlahnya. Lalu apakah yang sebenarnya yang kita lihat itu? Kenapa hanya ada satu planet (bumi) saja yang punya kehidupan? Maka sesungguhnya apa yang kita lihat dan kita rasakan adalah ilusi yang diterima oleh otak kita dan dilihat atau dirasa oleh ruh. </p>
	<p class="MsoNormal"><em>Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua hari dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan kami hiasi langit yang terdekat (dengan pandangan kita) dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.</em> (Fushshilat:12)</p>
	<p class="MsoNormal">Lalu siapa yang mampu membuat ilusi jagad raya ini dan seisinya, yang demikian hebat, besarnya dan seimbang serta terus menerus? Tidak lain adalah Allah pencipta semesta alam ini.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<h2>Yang absolut adalah Allah swt dan Ruh-Nya</h2>
	<p class="MsoNormal">Ketika ruh ditiupkan oleh Allah ke janin seorang ibu, maka pada saat itu ruh sudah bisa menerima data dari lingkungannya yang baru (dunia kita sekarang) tetapi belum bisa sepenuhnya berinteraksi dengan dunia barunya sampai dia dewasa. Hal ini bisa untuk memahami surat Al-A&rsquo;raaf:172 </p>
	<p class="MsoNormal"><em>Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): &ldquo;Bukankah Aku ini Tuhanmu&ldquo;? Mereka menjawab: &ldquo;Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi&ldquo;. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan:&ldquo;Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)&ldquo;</em>. (Al-A&rsquo;raaf :172)</p>
	<p class="MsoNormal">Kalau ruh belum cukup <em>&ldquo;</em>dewasa&ldquo; bagaimana mungkin mereka bisa bersaksi tentang Tuhannya? Ini menggambarkan kalau ruh yang diciptakan oleh Allah sudah bersifat absolut dan tidak mengalami perkembangan lagi.</p>
	<p class="MsoNormal">Untuk bisa tetap melihat dunia ini ruh juga harus mendapatkan aliran data (yang berisi tentang kehidupan ini) secara terus menerus dari sumber tertentu (Lauh Mahfudz). Kalau aliran data ini berhenti berarti ruh tersebut tidak bisa merasakan apa-apa lagi atau dengan kata lain manusia itu telah mati dan ruh berada dalam alam kesadaran yang baru yaitu alam kubur. </p>
	<p class="MsoNormal">Ketika seseorang sudah mati ruhnya tidak langsung berada dalam alam akhirat tetapi alam kubur karena harus menunggu manusia lainnya (hari kiamat). Di mana saatnya manusia bersama-sama menyaksikan keagungan Tuhannya.</p>
	<p class="MsoNormal"><em>Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu (hari berbangkit) amat tajam.</em> (Qaaf:22)</p>
	<p class="MsoNormal">Jadi orang yang hidup bisa diasumsikan sebagai seseorang yang sedang bermimpi </p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;&ldquo;<em>Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui&rdquo;</em>. (Al-A&rsquo;nkabuut : 64)</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<h2>Terciptanya Alam Semesta</h2>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if gte vml 1]><v :shapetype id="_x0000_t75"  coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe"  filled="f" stroked="f">  <v :stroke joinstyle="miter"/>  </v><v :formulas>   <v :f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"/>   <v :f eqn="sum @0 1 0"/>   <v :f eqn="sum 0 0 @1"/>   <v :f eqn="prod @2 1 2"/>   <v :f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"/>   <v :f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"/>   <v :f eqn="sum @0 0 1"/>   <v :f eqn="prod @6 1 2"/>   <v :f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"/>   <v :f eqn="sum @8 21600 0"/>   <v :f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"/>   <v :f eqn="sum @10 21600 0"/>  </v>  <v :path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect"/>  <o :lock v:ext="edit" aspectratio="t"/> <v :shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" style='width:24pt;  height:24pt'/>< ![endif]--><!--[if !vml]--><img width="32" height="32" border="0" align="bottom" src="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_image001.gif" /><!--[endif]--></p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Allah dan Lauh Mahfuzh digambarkan&nbsp;diluar lingkaran&nbsp;yang dianggap sebagai hijab antara Allah dengan makhluk-Nya. </p>
	<p class="MsoNormal">Bumi, Surga, Neraka, Alam Kubur adalah suatu tempat dimana sudah tersedia &ldquo;film&rdquo; tentang masing-masing kehidupan didalamnya. Kemudian ruh dipindah-pindahkan (kalau dalam Al Quran disebut &ldquo;ditiupkan&rdquo;) oleh malaikat berdasarkan perintah Allah. Kami hanya menggambarkan langit-langit yang di bumi karena hanya itu yang digambarkan oleh Al Quran. </p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal"><em>Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dia-lah yang Maha Halus lagi Maha Penyayang</em>. (al an&rsquo;aam: 103)</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Lantas dari manakah kehidupan dunia ini? Untuk menciptakan kehidupan di dunia bagi ruh-ruh cukup bagi Allah dengan &ldquo;menekan tombol On&rdquo; di Lauh Mahfuzh, maka mengalirlah data tentang kehidupan ini dari Lauh Mahfuzh ke masing-masing alam (surga,neraka,kubur,dunia). Dan terjadilah sebuah &ldquo;realitas&rdquo; bagi masing-masing ruh.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal"><em>Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula) dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (Al An&rsquo;aam : 59)</em></p>
	<p class="MsoNormal"><em>&nbsp;</em></p>
	<p class="MsoNormal">Di dalam teori Big Bang disebutkan bahwa alam semesta ini terbentuk dari ledakan besar dari sebuah masa yang sangat padat dengan volume 0! Bisakah anda membayangkan sebuah masa dengan volume nol? Ternyata yang dimaksud ilmuwan disini adalah ledakan ini berasal dari sesuatu yang tidak ada. Dengan kata lain diciptakan! </p>
	<p class="MsoNormal">Ketika kita akan memulai bermain <em>game</em> di dalam komputer, maka hal pertama kali yang kita lakukan adalah menyalakan komputer dan munculah gambar dengan tiba-tiba di monitor komputer kemudian kita memainkannya, meskipun sesungguhnya ada begitu banyak proses di balik munculnya gambar secara tiba-tiba di dalam komputer (monitor). Hal ini bisa menjelaskan terbentuknya alam semesta ini, jika Lauh Mahfuzh &rdquo;dinyalakan&rdquo; maka kehidupan ini akan muncul dengan tiba-tiba karena semua data sudah tersimpan di dalam Lauh Mahfuzh. </p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal"><em>Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam hari dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.</em> (Qaaf:38)</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Lalu bagaimanakah proses transfer data dari ruh ke Lauh Mahfuzh atau sebaliknya, kita lihat ayat berikut ini:</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal"><em>Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu</em>. <br />  (As Sajdah : 5)</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">&ldquo;<em>Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu&rdquo;</em>. (Al Baqarah: 29)</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Ini menjelaskan bahwa proses transfer data dari ruh ke Lauh Mahfuzh dan sebaliknya mempunyai kecepatan luar biasa jika di ukur dengan gerakan kita di dunia ini. Anggaplah kita akan mengirim 2 paket ke Eropa, paket pertama dibawa dengan pesawat sedangkan paket kedua dibawa dengan jalan kaki, maka paket pertama diterima dalam sehari kemudian paket kedua diterima dalam waktu jauh lebih lama, katakanlah 1000 tahun.</p>
	<p class="MsoNormal">Professor Howkins mengatakan, kalau saja jagat raya ini terjadi kesalahan dalam perhitungan sedikit saja katakanlah 1 per juta-juta detik, maka jagad raya ini akan hancur berantakan. Dengan penjelasan yang sederhana sebagai berikut, jika kita di jalan raya yang padat dengan kendaraan kemudian masing-masing kendaraan melaju dengan kecepatan 1000 km per jam, apakah yang terjadi jika masing-masing pengemudi tidak mempunyai perhitungan dan respon yang super cepat? Hancur berantakan! </p>
	<p class="MsoNormal">Ini bisa menjelaskan bahwa Lauh Mahfuzh merupakan &ldquo;computer&rdquo; super canggih sehingga mampu mengontrol semua proses kehidupan ini (Allah berkuasa atas segala sesuatunya). Tentu sangat mudah bagi Allah untuk menciptakan atau mematikan segala sesuatu di dunia yang sedang kita saksikan ini. </p>
	<p class="MsoNormal">Mari kita pahami ayat dibawah ini,</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal"><em>Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya:</em> &ldquo;<em>Jadilah!&rdquo;maka terjadilah ia</em>. (Yaasiin: 82)</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Jadi cukup bagi Allah hanya dengan &ldquo;merubah data&rdquo; di Lauh Mahfuzh, maka berubahlah apa yang disaksikan oleh manusia di dunia ini.</p>
	<p class="MsoNormal">Demikian juga ketika kita berdoa, seorang ulama besar mengatakan bahwa semua cobaan hidup didunia ini telah menggantung di langit menunggu diturunkan kepada setiap manusia hanya doa-lah yang bisa merubahnya. Karena semua data sudah tersimpan di Lauh Mahfuzh dan terus menerus mengalir ke ruh-ruh manusia untuk dipersaksikan sebagai kehidupan ini, maka jalan satu-satunya adalah meminta kepada Allah supaya merubah data yang ada sehingga menghasilkan gambar yang berbeda.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal"><strong>Terjadinya Hari Kiamat dan Berbangkit</strong></p>
	<p class="MsoNormal">Bagaimana halnya dengan hari kiamat dan berbangkit? </p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal"><em>Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan . (al mursalaat : <img src='http://rifti.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </em></p>
	<p class="MsoNormal"><em>Dan apabila langit telah dibelah . (al mursalaat : 9)</em></p>
	<p class="MsoNormal"><em>Maka dibukalah lagit, maka terdapatlah beberapa pintu. (an naba : 19)</em></p>
	<p class="MsoNormal"><em>&nbsp;</em></p>
	<p class="MsoNormal">Cukuplah bagi Allah dengan &ldquo;menekan tombol Off&rdquo;, maka terjadilah kiamat karena film kehidupan dunia sudah selesai. Demikian juga halnya dengan hari berbangkit, dengan mudah Allah memutar film berbangkit di alam dunia kemudian mengirim ruh-ruh yang berada di alam kubur masuk ke alam dunia lagi, maka sekali lagi ruh-ruh tersebut mengalami kehidupan di alam dunia. Dan dengan mudah bagi Allah memutar ulang apa saja yang telah dilakukan ruh-ruh di kehidupan sebelumnya untuk dipersaksikan kepada masing-masing ruh karena semua data tersimpan di dalam Lauh Mahfuzh.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal"><em>Maka sesunguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja, maka tiba-tiba mereka melihatnya</em>. <em>(ash shaaffaat: 19)</em></p>
	<p class="MsoNormal"><em>Maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi. (an naazi&rsquo;aat: 14) </em></p>
	<p class="MsoNormal"><em>Dan apabila langit dilenyapkan. (at takwiir: 11)</em></p>
	<p class="MsoNormal"><em>Dan apabila neraka jahim dinyalakan. (at takwiir: 12)</em></p>
	<p class="MsoNormal"><em>Dan apabila surga ditampakkan. (at takwiir: 13)</em></p>
	<p class="MsoNormal"><em>Yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam. (at takwiir: 11)</em></p>
	<p class="MsoNormal"><em>Dan apabila ruh-ruh dipertemukan (ditemukan dengan tubuhnya).</em> (at takwiir:7)</p>
	<p class="MsoNormal"><em>Yaitu pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka keluar) dengan cepat. Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi kami</em>. (qaaf:44)</p>
	<p class="MsoNormal"><em>Pada hari ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah dan ia mengucapkan kata yang benar</em>. (an naba&#8217;:38)</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Seperti dijelas di beberapa ayat alquran, ketika hari berbangkit nanti manusia diberi buku catatan. Buku digunakan di dalam ayat ini untuk memberi gambaran kepada manusia kalau rekaman kehidupan sebelumnya bisa diputar ulang, hanya dengan mengalirkan kembali data mereka masing-masing dari Lauh Mahfuzh, karena ketika alquran diturunkan belum ada televisi atau monitor computer yang ada hanyalah buku. Sehingga benda yang bisa menjelaskan kepada manusia pada waktu itu adalah buku dan buku akan tetap dikenal oleh manusia sampai kapanpun.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal"><em>Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya, dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) &hellip;&#8230;</em>. (az zumar: 69)</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal"><em>Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui</em>. <br />  (al-a&rsquo;nkabuut : 64)</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">&ldquo;<em>Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap, dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduannya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun&rdquo;</em>. <br />  (Faathir: 41)</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">&ldquo;<em>Dan sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melatapun, akan tetapi Allah menangguhkanmereka sampai waktu tertentu; maka apabiladatang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya&rdquo;</em>. (Faathir: 45)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rifti.blogsome.com/2006/04/17/rahasia-di-balik-materi/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
